Asap Karhutla Indonesia Dibahas Anwar dan Prabowo di KTT BRICS

1 week ago 8
Asap Karhutla Indonesia Dibahas Anwar dan Prabowo di KTT BRICS Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim (kanan) bertemu Presiden RI terpilih Prabowo Subianto di Jakarta, Sabtu (19/10) malam.(ANTARA)

ASAP kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Indonesia yang berdampak ke negara tetangga menjadi salah satu isu yang dibahas Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden Prabowo Subianto. Keduanya bertemu di sela KTT BRICS ke-18 di New Delhi, India, Ahad (13/9).

Anwar mengatakan pembahasan karhutla dilakukan bersamaan dengan perkembangan konflik di Timur Tengah. Menurut dia, kedua isu tersebut membutuhkan kesepakatan dan tindakan bersama.

"Dengan Presiden Prabowo, kami juga berkesempatan membahas isu kebakaran hutan, serta perkembangan konflik di Timur Tengah yang membutuhkan konsensus dan tindakan bersama," kata Anwar dalam unggahan media sosialnya, Ahad. 

Pembahasan karhutla berlangsung di tengah musim kebakaran hutan dan lahan yang parah di Indonesia. Asap dari kebakaran di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatra dilaporkan berdampak ke negara-negara tetangga, termasuk Malaysia.

Persoalan asap lintas batas bukan isu baru dalam hubungan Indonesia-Malaysia. Karhutla di Indonesia berulang kali memicu pencemaran udara di kawasan Asia Tenggara. Dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat di wilayah yang terbakar, tetapi juga menyeberangi batas negara.

Pertemuan Anwar dan Prabowo berlangsung saat keduanya menghadiri jamuan makan malam KTT BRICS. Anwar mengatakan kesempatan itu juga digunakan untuk memperbarui undangannya kepada Prabowo agar berkunjung ke Malaysia.

Menurut Anwar, kunjungan tersebut diharapkan menjadi kesempatan untuk membahas dan menyelesaikan sejumlah persoalan bilateral yang masih tertunda.

Anwar berada di India untuk menghadiri KTT BRICS ke-18 yang berakhir Ahad. Setelah itu, ia dijadwalkan melanjutkan kunjungan kerja ke Keralam, nama resmi baru negara bagian Kerala di India selatan.

Ia kemudian dijadwalkan bertolak ke Maladewa pada Senin (14/9). (The Star/Bernama/B-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |