Atasi Kekeringan Operasi Modifikasi Cuaca Digelar di Kawasan Udara IKN

1 month ago 9
Atasi Kekeringan Operasi Modifikasi Cuaca Digelar di Kawasan Udara IKN Pesawat Cassa NC-212 Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur siap laksanakan OMC.( Dok.Lanud Dhomber Balikpapan.)

MENGANTISIPASI dampak kekeringan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan wilayah  sekitarnya, Otorita IKN, bersama TNI Angkatan Udara Lanud Dhomber Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar operasi modifikasi cuaca atau OMC dengan menaburkan garam natrium klorida (NaCl) ke dalam awan yang berpotensi menghasilkan hujan. 

Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan curah hujan sekaligus menjaga ketersediaan air dan mengantisipasi munculnya titik panas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, Jumat (21/8) di Base Ops Lanud Dhomber Balikpapan mengatakan, langkah tersebut dilakukan karena Kaltim saat ini menghadapi musim kering yang cukup panjang.

"Saat ini kita mengalami musim kering. Dampak dari terjadinya El Nino bukan hanya di Kaltim, tetapi di seluruh Indonesia, bahkan di seluruh dunia," ujar Danis.

Ia menilai, kondisi kering ini perlu diantisipasi karena dapat berdampak terhadap menipisnya ketersediaan air baku. Juga dapat meningkatkan potensi munculnya titik panas di sejumlah wilayah.

"Yang perlu kita antisipasi adalah khususnya yang berkaitan dengan ketersediaan air. Makanya kita mencoba melakukan modifikasi cuaca untuk secara sederhana menambah volume air permukaan yang ada di wilayah IKN dan sekitar," ujarnya.

KETERSEDIAAN AIR PERMUKAAN
Ia mengungkapkan, hingga kini kondisi ketersediaan air di kawasan IKN masih tergolong baik. Namun, penurunan muka air mulai terlihat di sejumlah sumber air, termasuk Waduk atau Bendungan Sepaku Semoi, embung di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN, serta intake Sungai Sepaku.

Karena itu, lanjutnya, Otorita IKN tidak ingin menunggu sampai kondisi semakin kritis. Ketersediaan air bersih bagi masyarakat saat ini masih dapat dipenuhi, tetapi langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini.

Danlanud Dhomber Balikpapan Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana mengatakan pesawat tersebut diperbantukan untuk mendukung operasi modifikasi cuaca di Kalimantan Timur pada 22-27 Agustus 2026.

PELAKSANAAN OMC
Dan dalam pelaksanaan OMC, Otorita IKN mendapat dukungan dari BMKG dan TNI AU. Pesawat yang digunakan merupakan pesawat Cassa NC-212 dari Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur.

"Hari ini sudah ada satu BKO pesawat Cassa NC-212 Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, dengan kru yang sesuai dengan perintah untuk mendukung kegiatan operasi modifikasi cuaca mulai dari tanggal 22 Agustus sampai dengan 27 Agustus," kata Gusti.

Ia menegaskan, personel dan armada telah disiapkan, selain pesawat, bahan yang digunakan dalam operasi tersebut berupa garam NaCl yang akan ditaburkan ke awan dengan kondisi yang memungkinkan untuk dilakukan penyemaian.

"Kami sudah mengecek kesiapan dari pesawat, kemudian garam juga sudah berada di Lanud Dhomber. Tinggal menunggu potensi cuaca yang tadi disampaikan," tukasnya.

Gusti membeberkan, pesawat Cassa yang disiapkan dalam operasi ini, teruji mampu terbang hingga empat jam dan membawa garam NaCl dengan kapasitas sekitar 800 kilogram dalam satu penerbangan.

“Kita berharap operasi tersebut dapat membantu pemerintah, khususnya Otorita IKN dan Pemerintah Provinsi Kaltim, menghadapi kondisi kekeringan yang berlangsung saat ini,” ucapnya.

PERTUMBUHAN AWAN TERBATAS
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono, mengatakan Kaltim telah hampir dua pekan tidak mengalami hujan. 

Sehingga tantangan utama OMC saat ini adalah terbatasnya pertumbuhan awan yang dapat disemai. “Awan yang menjadi sasaran OMC, harus memiliki karakteristik tertentu agar proses penyemaian dapat dilakukan secara efektif,” terangnya.

Dikatakannya, berdasarkan pemantauan cuaca pada hari pelaksanaan briefing, pertumbuhan awan yang potensial berada di wilayah perbatasan utara Kaltim. Namun, pergerakan awan ke arah utara membuat pelaksanaan OMC tidak serta-merta dapat dilakukan.

"Perkembangan awan itu adanya di perbatasan utara di Kaltim, namun, misi kita ini tidak tercapai apabila kita lakukan modifikasi cuaca pada hari ini,” sebutnya.

Menurut Djoko, keberhasilan OMC sangat bergantung pada kondisi atmosfer dan ketersediaan awan yang dapat disemai. Secara historis, tingkat keberhasilannya berada di kisaran 30 persen.

Dengan kondisi kemarau yang membuat pertumbuhan awan relatif minim, Otorita IKN, BMKG, dan TNI AU memilih untuk terus memantau perkembangan cuaca. Begitu awan potensial terbentuk dan memenuhi syarat, pesawat akan diterbangkan untuk menaburkan NaCl.

“Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan peluang terjadinya hujan di kawasan IKN dan sekitarnya, sekaligus menjaga cadangan air permukaan dan menekan risiko kekeringan serta karhutla selama periode musim kering,” pungkasnya.(E-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |