Bek Liverpool Virgil van Dijk melepaskan sundulan yang berujung gol ke gawang Sunderland di laga Liga Primer Inggris.(AFP/ANDY BUCHANAN)
AKSI saling tarik, dorong, berdesakan, hingga gulat di dalam kotak penalti sempat menjadi hal yang meresahkan di ajang Liga Primer Inggris musim lalu.
"Anda merasa wasit sekarang benar-benar tidak ingin terlibat dalam situasi seperti itu," keluh manajer Everton, David Moyes, seusai laga sengit melawan Manchester United pada Februari lalu. "Sangat disayangkan mereka tidak mencoba mengatasinya."
Puncaknya terjadi pada Mei lalu ketika gol West Ham dianulir saat melawan Arsenal, di mana ada hingga lima potensi pelanggaran yang terjadi secara bersamaan di dalam kotak penalti. Isu inilah yang kemudian dibahas secara intensif bersama para kapten, pelatih, wasit, dan pemangku kepentingan lainnya pada musim panas ini.
Kini, perubahan nyata siap diterapkan. Saat Liga Primer musim ini dibuka pada Jumat (21/8) malam dengan laga juara bertahan Arsenal menghadapi tim promosi Coventry, para wasit telah diinstruksikan untuk bertindak lebih tegas, ketat, dan tidak ragu menghukum aksi-aksi non-sepak bola di lapangan.
Bagaimana Aturan Set-Piece Akan Diterapkan Berbeda?
Meskipun aturan dasar sepak bola tidak berubah, fokus terhadap perilaku pemain kini diperketat. Para pengadil lapangan, termasuk di English Football League (EFL) dan Women's Super League (WSL), kini akan memberikan perhatian lebih pada tindakan "menahan lawan yang memiliki dampak."
Fokus utama tetap diberikan pada pemain yang dihalangi saat ingin menyambut bola. Pasalnya, dari 20 intervensi VAR yang terlewat musim lalu, seperempatnya merupakan insiden penalti yang diabaikan saat seorang pemain dijatuhkan di luar jangkauan bola.
Oleh karena itu, penekanan khusus akan diberikan pada tindakan non-sepak bola berikut:
- Pemain hanya fokus pada lawan (tidak melihat ke arah bola)
- Tidak ada upaya sama sekali untuk bermain atau merebut bola.
- Menahan lawan menggunakan kedua tangan.
- Melakukan aksi menahan lawan atau menarik pakaian mereka secara berkelanjutan dan berdampak besar.
Artinya, seorang bek yang membelakangi arah datangnya set-piece dan tujuannya semata-mata untuk memblokir pergerakan penyerang kini pasti akan dihukum penalti.
Kepala Wasit Premier League, Howard Webb, menegaskan bahwa pihaknya ingin para wasit tampil lebih proaktif di lapangan.
“Kami ingin para pejabat pertandingan memiliki kepercayaan diri penuh untuk menghukum apa yang mereka lihat," ujar Webb.
“Jadi, akan ada lebih sedikit peringatan dan lebih banyak hukuman. Jika ada penurunan jumlah pelanggaran, itu harusnya karena para pemain mengubah perilakunya, bukan karena kami berhenti menerapkannya."
Kendati demikian, sentuhan fisik yang wajar tetap menjadi bagian dari permainan. Wasit tidak akan serta-merta menganulir gol hanya karena seorang penjaga gawang tersenggol saat tidak sedang menguasai bola, kecuali jika pergerakan tangan kiper tersebut benar-benar dibatasi secara sengaja oleh lawan.
(BBC/P-4)


















































