Badai Tropis Lala Mengancam, Hawaii Tetapkan Status Darurat

3 days ago 3
Badai Tropis Lala Mengancam, Hawaii Tetapkan Status Darurat Hawaii menetapkan status darurat menyusul ancaman Badai Tropis Lala yang berpotensi berubah menjadi badai terjang. Simak imbauan Gubernur Josh Green di sini.(Honolulu Department of Emergency Management)

PEMERINTAH Hawaii resmi menetapkan status darurat pada Kamis setempat sebagai langkah persiapan menghadapi Badai Tropis Lala. Badai ini berpotensi membawa angin kencang, banjir, hingga tanah longsor yang diperkirakan melanda wilayah kepulauan tersebut pada akhir pekan.

Berdasarkan laporan National Weather Service (NWS), badai yang bergerak di Samudra Pasifik ini terus mengalami peningkatan kekuatan. NWS memprediksi badai tersebut berpeluang berkembang menjadi badai terjang (hurricane) saat mendekati Big Island, pulau berpenduduk terbanyak kedua di Hawaii setelah Oahu.

Saat ini, laju angin tercatat mencapai sekitar 80 kilometer per jam (50 mil per jam) dengan hembusan yang jauh lebih kuat. Selain angin kencang, NWS memperingatkan bahwa Badai Tropis Lala dapat memicu curah hujan tinggi hingga mencapai 63,5 sentimeter (25 inci) di beberapa bagian Big Island.

Menanggapi ancaman tersebut, Gubernur Hawaii Josh Green langsung mengambil tindakan administratif dengan menerbitkan deklarasi darurat guna mempermudah pencairan dana, pengalihan sumber daya, serta penyiagakan personel.

"Badai Tropis Lala menimbulkan ancaman serius bagi negara bagian kita, khususnya Pulau Hawaii, dan kita mengambil tindakan sekarang untuk memastikan sumber daya tersedia di mana pun dibutuhkan," tutur Josh Green.

Ia juga mengimbau seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan langkah antisipasi mandiri.

"Saya mendesak semua orang untuk mengamankan rumah mereka, mengumpulkan persediaan penting, meninjau kembali rencana darurat keluarga mereka, dan mengikuti pembaruan dari sumber resmi yang terpercaya. Harap tanggapi badai ini secara serius dan saling menjaga satu sama lain," tambahnya.

Meski jalur pergerakan badai masih berpotensi berubah dan diproyeksikan berada di lepas pantai, ancaman dampaknya tetap diwaspadai mengingat badai tropis terakhir yang menghantam Hawaii secara langsung terjadi pada 2018.

Fenomena cuaca El Nino yang berlangsung kuat tahun ini turut memicu pemanasan suhu permukaan di Samudra Pasifik khatulistiwa, sehingga meningkatkan peluang terbentuknya siklon. Para ilmuwan dan meteorolog pun memperkirakan musim badai di wilayah ini akan jauh lebih aktif dari rata-rata biasanya. (AFP/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |