Bahlil: Kasus Korupsi Fahd Arafiq adalah Musibah bagi Golkar

3 days ago 3
 Kasus Korupsi Fahd Arafiq adalah Musibah bagi Golkar Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia(Antara)

Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa partainya menjunjung tinggi dan menghormati proses hukum terkait dugaan kasus korupsi di Kementerian ATR/BPN yang menyeret salah satu kadernya, Fahd El Fouz Arafiq. Bahlil menyebut situasi ini sebagai musibah bagi partai berlambang pohon beringin tersebut.

“Kami menganggap ini sebuah musibah, dan kami merasa terpukul, tetapi kita, Golkar akan menatap ke depan. Ini adalah sebuah musibah yang sudah barang tentu tidak semua orang menginginkan ini,” ujar Bahlil saat memberikan keterangan kepada media di Jakarta, Kamis (17/9).

Bahlil menjelaskan bahwa sebagai partai besar, Golkar memiliki tantangan tersendiri dalam mengawasi perilaku setiap kadernya secara personal. Namun, ia memastikan partai tidak akan mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan.

“Tetapi yang terpenting adalah kita menghargai proses hukum yang berlaku. Kita menjunjung tinggi, dan biarkanlah semua proses hukum itu, kita hargai dengan baik,” tambahnya. Meski demikian, Bahlil enggan memberikan jawaban lebih lanjut saat ditanya mengenai status keanggotaan Fahd di Partai Golkar saat ini.

Evaluasi Pembinaan Kader

Secara terpisah, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menyatakan bahwa kasus yang menjerat Fahd El Fouz Arafiq menjadi catatan serius bagi internal partai. Mengingat status Fahd yang berulang kali terseret kasus hukum, Doli menyebut hal ini sebagai bahan evaluasi mendalam dalam sistem pembinaan kader.

“Kami tentu banyak mengambil pelajaran dari kasus Saudara Fahd ini. Kejadian ini akan menjadi catatan evaluasi dan koreksi kami ke depan,” kata Doli di Jakarta, Rabu (16/9).

Doli menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan Fahd merupakan tindakan pribadi yang tidak mencerminkan komitmen Partai Golkar. Ia mengungkapkan kekecewaan mendalam karena tindakan tersebut dinilai telah mencoreng nama baik organisasi.

“Yang bersangkutan tidak sadar bahwa di pundaknya ada nama besar Partai Golkar yang harus dijaga. Tentu kami sebagai keluarga besar Partai Golkar sangat kecewa dan marah,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Doli memastikan Partai Golkar mendukung penuh langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengusut tuntas kasus tersebut sebagai bentuk komitmen partai terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia. (Ant/E-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |