Ilustrasi(MI/Agung Wibowo)
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan ketersediaan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman. Saat ini, stok BBM nasional berada di kisaran 20 hari, sementara standar minimum nasional berada pada rentang 21–28 hari.
“Jadi, untuk cadangan nasional kita nggak ada masalah,” ujar Bahlil dalam acara Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) di Jakarta, Senin (14/9).
Pernyataan Bahlil tersebut disampaikan menyusul terjadinya antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU, terutama di wilayah Makassar, Sulawesi Selatan, dalam beberapa hari terakhir.
Bahlil mengatakan dirinya telah melakukan pengecekan untuk mengetahui penyebab terjadinya penumpukan kendaraan di SPBU. Menurutnya, kondisi tersebut bukan disebabkan oleh persoalan cadangan BBM nasional.
“Aku udah cek apa ini masalahnya, karena cadangan nasional kita 20 hari. Harusnya enggak (antre). Ternyata, bapak ibu semua, itu adalah ada sebagian yang shifting (berpindah),” kata Bahlil.
Peralihan Konsumsi BBM Jadi Penyebab Antrean
Bahlil menjelaskan, salah satu faktor yang memicu antrean adalah perubahan pola konsumsi masyarakat. Sebagian konsumen yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi kini beralih menggunakan BBM subsidi setelah terjadi kenaikan harga BBM nonsubsidi.
Menurut Bahlil, peralihan tersebut pada dasarnya tidak menjadi persoalan. Namun, ia meminta masyarakat yang secara ekonomi tergolong mampu untuk tidak menggunakan BBM subsidi yang diperuntukkan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.
“Yang tadinya tidak memakai subsidi, mereka beralih ke minyak (BBM) subsidi. Ya nggak apa-apa, tetapi saya mohon, saya mengimbau kepada saudara-saudara kita yang mampu, yang mobilnya bagus, pakai perasaan lah,” ucap Bahlil.
Antrean SPBU Makassar Sempat Membludak
Dalam tiga hari terakhir, jumlah kendaraan yang mengantre untuk membeli BBM di sejumlah SPBU di Makassar meningkat hingga lebih dari 50%. Kondisi tersebut sempat berdampak pada kelancaran arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan.
Namun, situasi antrean BBM di Makassar mulai menunjukkan perbaikan. Berdasarkan pemantauan pada Senin pagi, antrean di SPBU Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, sudah kembali relatif normal. Hanya belasan kendaraan yang terlihat mengantre dan petugas SPBU dapat melayani konsumen dengan lebih lancar.
Pemerintah daerah juga telah mengambil sejumlah langkah untuk mengurai antrean. Salah satunya dengan menerapkan ketentuan pembelian BBM berdasarkan sistem ganjil-genap nomor polisi kendaraan.
Selain itu, kendaraan berukuran besar, termasuk truk dan bus, diarahkan untuk melakukan pengisian BBM pada malam hari. Kebijakan tersebut ditujukan untuk mencegah antrean kendaraan besar menghambat lalu lintas pada siang hari.
Pertamina Tambah Pasokan dan Jam Operasional SPBU
Untuk mempercepat normalisasi antrean, Pertamina juga meningkatkan pasokan BBM ke sejumlah SPBU sekaligus memperpanjang waktu operasional pelayanan.
Dengan penambahan pasokan dan waktu pelayanan tersebut, antrean kendaraan di SPBU yang sebelumnya mengalami kepadatan kini berangsur kembali normal. (Ant/E-4)


















































