Bakteri Mulut Berpotensi Ungkap Tanda-Tanda Awal Kanker Saluran Cerna

3 weeks ago 32
Bakteri Mulut Berpotensi Ungkap Tanda-Tanda Awal Kanker Saluran Cerna Ilustrasi(Magnific)

KOMPOSISI bakteri atau mikrobioma di dalam mulut ternyata menyimpan petunjuk penting mengenai kondisi kesehatan organ dalam manusia. Sebuah penelitian ilmiah terbaru menunjukkan bahwa perubahan pada jenis dan populasi bakteri mulut dapat menjadi indikator atau penanda awal dari keberadaan kanker pada saluran pencernaan.

Kanker saluran pencernaan, seperti kanker usus besar, lambung, dan esofagus, kerap kali baru terdeteksi pada stadium lanjut karena gejalanya yang samar pada tahap awal. Penemuan ini memberikan angin segar bagi dunia medis untuk mengembangkan metode skrining awal yang jauh lebih sederhana, cepat, dan non-invasif.

Dalam studi tersebut, para peneliti menganalisis sampel mikrobioma mulut dari kelompok pasien yang terdiagnosa menderita kanker saluran cerna dan membandingkannya dengan kelompok individu yang sehat. Hasil analisis laboratorium menunjukkan adanya perbedaan profil mikrobioma yang sangat signifikan antara kedua kelompok tersebut.

Pasien yang mengidap tumor atau kanker pada saluran pencernaan mencatatkan adanya dominasi jenis bakteri tertentu yang tidak seimbang di dalam mulut mereka. Ketiadaan atau berlebihnya strain bakteri tertentu ini diduga berkaitan erat dengan respons sistem kekebalan tubuh serta peradangan sistemik yang dipicu oleh perkembangan sel kanker di dalam saluran cerna.

Hubungan erat antara ekosistem mulut dan saluran cerna dimungkinkan karena mulut merupakan pintu masuk utama dari seluruh sistem pencernaan manusia. Bakteri dan molekul yang dihasilkan di rongga mulut secara konstan tertelan dan berinteraksi dengan lingkungan mikro di dalam lambung hingga usus.

Inovasi deteksi dini melalui pemindaian bakteri mulut ini dinilai memiliki potensi besar untuk melengkapi atau mengurangi ketergantungan pada prosedur medis invasif, seperti kolonoskopi atau endoskopi, pada tahap awal pemeriksaan. Pemeriksaan berbasis sampel air liur atau usapan mulut jauh lebih nyaman bagi pasien dan dapat diakses secara lebih luas.

Kendati menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan, tim peneliti menekankan pentingnya riset lanjutan dan uji klinis ber skala lebih besar. Langkah ini diperlukan untuk memastikan akurasi penanda biologis (biomarker) bakteri tersebut sebelum metode skrining berbasis mikrobioma mulut ini siap diterapkan secara resmi di fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat. (Earth/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |