Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid.(Dok. Pribadi)
PEMBANGUNAN gantung di Desa Masungkang, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) rampung dilakukan demi akses pendidikan. Sebelumnya, akses pendidikan di daerah tersebut sempat terputus akibat tak adanya akses jembatan.
"Ya. Langkah tersebut mencerminkan responsivitas dan keberpihakan kepada kebutuhan masyarakat," tutur Pemerhati dan Praktisi Pendidikan, Indra Charismiadji, dalam keterangan resmi, Minggu, (26/7).
Pembangunan jembatan yang disebut dilakukan menggunakan dana pribadi Gubernur Sulteng Anwar Hafid tersebut dianggap sebagai respons positif terhadap kondisi pelajar dan warga di Banggai yang seberangi sungai untuk mobilitas sehari-hari.
Kondisi tersebut, disebut mencerminkan kepedulian dan keberpihakan seorang pemimpin kepada kebutuhan rakyatnya, karena dampaknya langsung terlihat pada aktivitas masyarakat.
Diberitakan sebelumnya, Gubernur Anwar Hafid menerima laporan secara langsung tentang putusnya jembatan tersebut. Mantan Bupati Morowali dua periode tersebut bercerita, kejadian yang menimpa anak-anak di Kabupaten Banggai itu persis dengan apa yang ia alami 40 tahun lalu di Kabupaten Morowali.
Kemudian, pembangunan jembatan gantung dilakukan sebagai upaya sementara agar tidak ada lagi libur sekolah hanya karena terhalang kondisi akses jalan.
Dengan adanya jembatan tersebut, perjalanan anak ke sekolah menjadi lebih aman, mobilitas warga meningkat, akses menuju layanan kesehatan dan pasar membaik, serta kegiatan ekonomi masyarakat menjadi lebih mudah.
Selain itu, pembangunan infrastruktur yang progresif menjadi salah satu prioritas pemerintahan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny Lamadjido saat ini. Melalui skema Multi Years Contract (MYC) Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menggelontorkan anggaran sebanyak Rp604,8 miliar membangun semua jalan di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah.
Selain melalui skema multiyears contract, pada tahun 2026 juga dialokasikan anggaran sebesar Rp208,98 miliar untuk membangun jalan dan jembatan. Pada 2026, pemerintah provinsi menangani 57 ruas jalan dan 10 jembatan di berbagai wilayah di Sulawesi Tengah. (H-3)b


















































