Banjir bandang dan longsor dahsyat menerjang perbatasan Nepal-Tibet. Sebanyak 160 orang dilaporkan tewas, ratusan lainnya hilang termasuk puluhan wisatawan asing(AFP)
PERDANA Menteri Tiongkok Li Qiang mendatangi wilayah terdampak bencana banjir bandang di Kabupaten Gyirong, Kota Shigatse, Tibet, Kamis (27/8). Sebelumnya banjir bandang dan longsor melanda wilayah yang berbatasan dengan Nepal itu.
"PM Li Qiang datang untuk mengarahkan upaya penanganan darurat dan bantuan bencana, serta mengunjungi para petugas penyelamatan dan warga terdampak yang telah ditempatkan di lokasi pengungsian," ujar media pemerintah Tiongkok dikutip Kamis (27/8).
Disebutkan bahwa Presiden Xi Jinping menugaskan Perdana Menteri Dewan Negeri Tiongkok Li Qiang, bersama para pejabat dari instansi terkait telah tiba pada Kamis sore di wilayah bencana.
Banjir bandang di perbatasan Nepal dan Tiongkok terjadi Rabu (26/8) sekitar pukul 10.30 waktu setempat. Sedangkan Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyebutkan hampir 100 orang warganya dilaporkan hilang karena bencana tersebut.
"Kedutaan Besar Tiongkok di Nepal saat ini sedang melakukan verifikasi lebih lanjut dengan pemerintah Nepal dan telah mengeluarkan imbauan konsuler,"ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Kamis (27/8).
Ia mengatakan pemerintah Tiongkok berupaya melakukan operasi penyelamatan tanpa membedakan warga negara asing dan warga negara Tiongkok.
Ia juga menyebut bahwa Tiongkok terus berkomunikasi dengan kedutaan besar negara-negara terkait di Tiongkok untuk memberikan informasi mengenai perkembangan situasi.
"Kami mengingatkan warga negara Tiongkok yang berada di wilayah tersebut agar segera mengungsi ke tempat yang aman dan mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana susulan. Apabila membutuhkan bantuan, segera hubungi Kedutaan Besar di Nepal," ujar Lin Jian.
Menurut keterangan kepolisian Nepal, hingga 27 Agustus pukul 13.30 waktu setempat, jumlah korban tewas akibat banjir bandang di Nepal telah meningkat menjadi 270 orang.
"Menurut informasi awal yang kami miliki, ada turis dan peziarah di antara mereka yang tidak diketahui," tukas dia. (Ant/H-4)


















































