Banjir Bandang Nepal Tewaskan 22 Orang, Ratusan Wisatawan Dilaporkan Hilang

2 hours ago 4
Banjir Bandang Nepal Tewaskan 22 Orang, Ratusan Wisatawan Dilaporkan Hilang Warga melihat rumah-rumah yang sebagian terendam air berlumpur setelah banjir bandang di Trishuli Bazar, Distrik Nuwakot, Nepal, pada Rabu (26/8).(AFP/JIJI)

SEDIKITNYA 22 orang tewas akibat banjir bandang besar yang menerjang wilayah Nepal pada Rabu (26/8). Polisi menyatakan operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di sejumlah daerah terdampak.

Juru bicara Kepolisian Provinsi Bagmati, Rajendra Prasad Dhamala, mengonfirmasi jumlah korban tewas tersebut. Ia mengatakan aparat keamanan sejauh ini telah menyelamatkan 88 orang dari wilayah yang terdampak banjir.

Banjir bandang menerjang Sungai Bhote Koshi dan menyebabkan kerusakan parah, terutama di Distrik Rasuwa, Nepal bagian utara. Sejumlah rumah tersapu banjir, sementara pasar, proyek pembangkit listrik tenaga air, jalan, dan berbagai infrastruktur lainnya mengalami kerusakan.

Badan Pariwisata Nepal menyatakan sebanyak 384 wisatawan dilaporkan hilang setelah banjir bandang menerjang Rasuwa. Dari jumlah tersebut, 291 orang merupakan warga negara asing.

Juru bicara Nepal Tourism Board, Sunil Sharma, mengatakan wisatawan asing yang dilaporkan hilang berasal dari sejumlah negara, antara lain India, Australia, Belanda, Amerika Serikat, Malaysia, Inggris, dan Afrika Selatan.

Pemerintah Nepal meningkatkan upaya pencarian dan penyelamatan di sejumlah wilayah terdampak. Tentara Nepal bersama aparat keamanan lainnya dikerahkan untuk memperluas operasi tersebut.

Perdana Menteri Nepal Balendra Shah juga memanggil rapat kabinet darurat untuk membahas langkah penyelamatan serta penyaluran bantuan bagi korban bencana.

Sebelumnya, Wakil Kepala Distrik Rasuwa Druba Prasad Adhikari mengatakan sejumlah orang masih dinyatakan hilang dan upaya penyelamatan terus dilakukan.

"Beberapa orang dilaporkan hilang. Upaya penyelamatan sedang dilakukan," kata Adhikari kepada Xinhua.

Rasuwa menjadi wilayah dengan dampak terparah akibat banjir. Derasnya aliran air menghanyutkan sejumlah bangunan dan merusak berbagai fasilitas penting yang menopang aktivitas masyarakat setempat.

Hingga kini, aparat masih melakukan pencarian terhadap warga dan wisatawan yang dilaporkan hilang. Pemerintah juga terus mengevaluasi dampak kerusakan serta kebutuhan bantuan di wilayah yang terdampak banjir bandang. (Xinhua/B-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |