Manfaat Minum Kopi Pagi Hari untuk Kesehatan Otak

2 hours ago 3
Manfaat Minum Kopi Pagi Hari untuk Kesehatan Otak Ilustrasi(Magnific)

SECANGKIR kopi pada pagi hari tidak hanya ampuh mengusir kantuk, tetapi juga berpotensi mendukung kesehatan otak dalam jangka panjang. Laporan dari Eating Well pada Selasa (25/8) menunjukkan bahwa kandungan kafein dan polifenol dalam kopi berperan penting dalam meningkatkan konsentrasi serta menekan risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.

Ahli gizi Talia Follador menjelaskan bahwa kafein bekerja dengan menghambat adenosin, yakni senyawa kimia dalam otak yang memicu rasa kantuk.

Satu cangkir kopi seduh berukuran 237 mililiter rata-rata mengandung 96 miligram kafein. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi satu hingga dua cangkir kopi (sekitar 200 miligram kafein) efektif meningkatkan kecepatan respons dan akurasi berpikir pada orang dewasa sehat.

Kendati demikian, asupan kafein yang melebihi 300 miligram per hari tidak selalu memberikan manfaat tambahan, bahkan dapat menimbulkan efek samping seperti rasa gelisah atau tubuh gemetar.

Sementara itu, ahli gizi Caitlin Beale menambahkan bahwa kopi kaya akan antioksidan yang membantu menangkal stres oksidatif dan peradangan di otak, sekaligus melancarkan aliran darah.

Sebuah penelitian ber skala besar mengungkapkan peminum kopi harian memiliki risiko demensia terkait Alzheimer 34% lebih rendah dan risiko Parkinson 37% lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya. Namun, manfaat ini hanya ditemukan pada kopi berkafein murni tanpa tambahan gula. Follador menuturkan bahwa asupan dua hingga tiga cangkir kopi berkafein per hari merupakan batas ideal untuk mendapatkan fungsi kognitif yang optimal.

Temuan tersebut diperkuat oleh studi jangka panjang selama 43 tahun yang melibatkan lebih dari 130.000 partisipan. Kelompok dengan konsumsi kafein tertinggi terbukti memiliki risiko demensia 18% lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang atau tidak minum kopi sama sekali.

Waktu Minum dan Aturan Konsumsi

Agar memberikan manfaat maksimal tanpa mengganggu pola tidur, ahli gizi Johannah Katz menyarankan konsumsi kopi dilakukan pada pagi atau awal siang hari. Ia mengimbau agar ada jeda minimal sembilan jam antara cangkir kopi terakhir dan waktu tidur malam.

Katz mengingatkan tingkat toleransi setiap individu terhadap kafein berbeda-beda. Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) membatasi asupan kafein maksimal 400 miligram per hari bagi orang dewasa sehat.

Bagi mereka yang sensitif terhadap kafein atau tidak dapat mengonsumsi kopi, para ahli merekomendasikan alternatif lain seperti teh hijau, teh hitam, air putih, atau kefir. Teh kaya akan polifenol dengan kadar kafein lebih rendah, sementara kefir menyuplai probiotik yang mendukung kesehatan mikrobioma usus yang saling terhubung dengan otak.

Selain itu, Follador menekankan pentingnya kecukupan hidrasi air putih untuk mendukung aliran darah dan pasokan nutrisi ke otak agar fokus tetap terjaga sepanjang hari.

(Ant/P-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |