Bantuan untuk Korban Gempa NTT Diperluas ke 9 Wilayah Terdampak

4 weeks ago 6
Bantuan untuk Korban Gempa NTT Diperluas ke 9 Wilayah Terdampak Distribusi bantuan gempa NTT ke sembilan titik.(Dok. Apersi)

SEJUMLAH warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih memilih tidur di tenda karena khawatir terhadap gempa susulan. Kondisi itu ditemukan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) saat menyalurkan bantuan di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.

Gempa berkekuatan 7,7 SR tersebut diikuti lebih dari 4.000 gempa susulan. Warga mendirikan tenda secara mandiri di halaman rumah dan area terbuka.

Wakil Ketua Umum APERSI Adi Dharma mengatakan, kondisi NTT membuat pihaknya memperluas penyaluran bantuan tahap pertama dari semula enam menjadi sembilan titik. Perluasan dilakukan berdasarkan pemetaan kebutuhan dan kondisi warga di lapangan.

“Rencananya hanya disalurkan di enam titik, namun kita berhasil memperluas menjadi sembilan titik distribusi dengan cara pemetaan kebutuhan dan kondisi aktual di lapangan,” kata Adi.

Bantuan disalurkan ke sejumlah wilayah, antara lain Kampung Wudi, Gapong, Gumbang, Waepesi, dan Ngorang di Kabupaten Manggarai serta Kampung Saterteu di Kabupaten Manggarai Timur.

Penggalangan dana melalui program APERSI Peduli Bencana NTT dimulai pada 15 Agustus 2026. Bantuan tahap pertama diprioritaskan bagi wilayah dengan dampak bencana besar dan jumlah korban meninggal yang tinggi.

Hingga rapat evaluasi pada 22 Agustus 2026, dana yang terkumpul mencapai sekitar Rp250 juta. Sebanyak Rp100 juta telah digunakan untuk penyaluran bantuan tahap pertama.

APERSI Siapkan 1.500 Paket Bantuan

APERSI menyiapkan sekitar 1.500 paket bantuan untuk penyaluran tahap kedua. Bantuan tersebut akan disalurkan ke Kabupaten Ende, Sikka, dan Nagekeo.

Ketua APERSI NTT Thomas Lay mengatakan setiap kabupaten akan menerima sekitar 500 paket bantuan.

“Distribusi tahap kedua direncanakan menyasar tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Ende, Kabupaten Sikka, Kabupaten Nagekeo dan setiap kabupaten mendapatkan 500 paket bantuan,” ujar Thomas.

Ketiga kabupaten tersebut dipilih karena mengalami kerusakan rumah yang cukup besar akibat bencana.

Secara keseluruhan, bantuan tahap pertama dan kedua diperkirakan menjangkau sekitar 2.500 keluarga terdampak. Penyaluran tahap kedua ditargetkan berlangsung pada awal September 2026.

Bantuan Berisi Kebutuhan Harian

APERSI akan mengemas bantuan tahap kedua dalam paket individual menggunakan goodie bag atau totebag. Cara tersebut dipilih agar bantuan dapat diterima langsung oleh keluarga terdampak.

Setiap paket diperkirakan bernilai Rp100.000 hingga Rp150.000. Isinya meliputi kebutuhan kebersihan atau hygiene kit, seperti pasta gigi, sabun, sampo, handuk, dan pembalut, serta sejumlah kebutuhan pokok.

Adi mengatakan evaluasi penyaluran tahap pertama dilakukan untuk memastikan bantuan lebih mudah didistribusikan dan sesuai dengan kebutuhan warga.

“Evaluasi ini dilakukan agar bantuan berikutnya tidak hanya sampai ke wilayah terdampak, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” kata Adi.

APERSI masih membuka dukungan dari mitra, pengurus daerah, anggota, dan pihak lain untuk mendukung penyaluran bantuan tahap kedua bagi warga terdampak bencana di NTT. (Z-10)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |