Ilustrasi(Antara)
BADAN Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengerahkan 15 armada laut dan udara untuk melakukan pencarian dan pertolongan terhadap korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9).
Total kekuatan yang diterjunkan terdiri atas 11 kapal, satu helikopter, dan tiga pesawat. Pengerahan armada tersebut dilakukan untuk memperluas area pencarian sekaligus mempercepat proses evakuasi korban.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii menjelaskan, unsur laut yang dilibatkan berasal dari sejumlah wilayah. Kapal Basarnas dari Banjarmasin, Surabaya, dan Makassar telah dikerahkan menuju lokasi kejadian. Selain itu, empat kapal perang Republik Indonesia (KRI) milik TNI Angkatan Laut (AL) juga dilaporkan sudah mendekati lokasi kecelakaan.
“Unsur laut, kapal Badan SAR Nasional yang ada di Banjarmasin, kemudian yang ada di Surabaya, dan juga yang ada di Makassar dikerahkan menuju lokasi kejadian,” kata Syafii dalam konferensi pers penanganan kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Banjarmasin, Minggu.
Pencarian Korban Kapal Virgo Transport 8 dari Udara
Untuk memperkuat pencarian dari udara, Basarnas memperoleh dukungan sejumlah unsur. Kekuatan tersebut meliputi pesawat dari Skadron 400 TNI AL Surabaya, satu helikopter Polri, pesawat CN-235 TNI AL, serta satu pesawat Karavan milik BNPB.
Pesawat Karavan BNPB turut diperbantukan untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8.
Tidak hanya mengandalkan armada yang secara khusus dikirim Basarnas, kapal-kapal yang kebetulan berada di sekitar lokasi kejadian juga ikut membantu proses pencarian dan penyelamatan. Kapal-kapal tersebut menjadi bagian dari potensi SAR yang dikerahkan untuk mempercepat penanganan kondisi darurat.
Operasi SAR Libatkan TNI, Polri, dan Kementerian
Mohammad Syafii menyampaikan bahwa operasi pencarian dan pertolongan juga mendapatkan dukungan dari unsur darat. Koordinasi dilakukan bersama TNI, Polri, kementerian dan lembaga terkait, serta berbagai potensi SAR lainnya.
Seluruh unsur tersebut menjalankan perannya masing-masing untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan korban kecelakaan kapal di Laut Jawa.
Pengerahan berbagai kekuatan SAR dilakukan setelah Basarnas Command Center menyampaikan deklarasi kondisi kedaruratan kepada pengguna lalu lintas laut di kawasan Laut Jawa. Langkah tersebut bertujuan agar kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian dapat ikut memberikan pertolongan.
Dalam pelaksanaan operasi, Basarnas menggunakan pedoman dari International Maritime Organization (IMO). Seluruh unsur yang terlibat berada di bawah koordinasi Basarnas sebagai pelaksana operasi SAR.
“Basarnas dibantu, khususnya dari TNI dan Polri, dan juga seluruh potensi, begitu juga dari kementerian/lembaga sesuai dengan fungsinya,” ujarnya.
107 Penumpang Selamat, 6 Meninggal
Kepala Basarnas menegaskan bahwa seluruh armada dan unsur pendukung yang telah dikerahkan masih melakukan operasi pencarian dan pertolongan. Upaya tersebut difokuskan untuk memperluas cakupan pencarian sekaligus mempercepat proses penanganan korban di perairan Laut Jawa.
Dalam perkembangan terakhir, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 113 penumpang Kapal Virgo Transport 8. Dari jumlah tersebut, 107 orang dinyatakan selamat, sedangkan enam orang meninggal dunia.
Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 terjadi di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9) dini hari. Sementara itu, 130 orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan. (Ant/E-4)


















































