Basarnas Ungkap Alasan belum Terjunkan Penyelam Cari Jurnalis Hilang

5 days ago 4
Basarnas Ungkap Alasan belum Terjunkan Penyelam Cari Jurnalis Hilang ilustrasi(Antara)

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengungkapkan alasan di balik belum dikerahkannya tim penyelam dalam operasi pencarian rombongan jurnalis dan kru kapal cepat Arupadatu I yang hilang di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa tindakan penyelaman bawah laut memiliki prosedur teknis yang ketat. Menurutnya, tim selam baru dapat diterjunkan apabila koordinat titik pasti keberadaan objek atau target sudah terkonfirmasi secara akurat.

"(Penyelaman) itu dilakukan apabila target atau objek kita sudah bisa kita tentukan lokasinya," ujar Al Amrad dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Gabungan, Pantai Carita, Pandeglang, Selasa malam (15/9/2026).

Selain kepastian lokasi, Amrad menekankan bahwa faktor keselamatan personel tim selam gabungan menjadi pertimbangan utama. Basarnas menghindari tindakan spekulatif yang dapat membahayakan nyawa petugas di lapangan mengingat kondisi medan bawah laut yang dinamis.

Hingga hari kedelapan operasi, tim SAR gabungan masih memprioritaskan penyisiran di permukaan laut. Fokus utama saat ini adalah melakukan verifikasi langsung terhadap setiap informasi yang berkembang, baik dari laporan masyarakat, nelayan, maupun kabar yang beredar di media sosial.

Sebagai bentuk verifikasi lapangan, tim SAR telah mengerahkan sea reader dan drone dari KN SAR Tetuka hingga radius 500 meter dari pesisir Gunung Anak Krakatau. Langkah ini diambil untuk memastikan kebenaran isu terkait temuan korban di area tersebut, meski hasil pencarian sejauh ini masih nihil.

Amrad, yang juga menjabat sebagai Koordinator Operasi SAR (SAR Mission Coordinator/SMC), memastikan seluruh armada laut dan udara akan terus dioptimalkan. Upaya ini bertujuan untuk mempersempit area pencarian hingga titik pasti keberadaan kapal maupun korban ditemukan.

"Kami berupaya semaksimal mungkin. Ya rasa was-was kami juga tetap ada. Tapi saya percayakan sama tim kami di lapangan. Tim SAR gabungan ini kalau memang kalian bisa membuktikan dengan apa informasi yang beredar, supaya itu jangan menjadi isu, maka dengan cara tadi kami buktikan itu dilakukan teman-teman kita di lapangan," pungkasnya. (E-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |