ilustrasi(Magnific)
MENJALANI kebiasaan berolahraga kerap menjadi tantangan bagi banyak orang. Namun, riset ilmiah terbaru menunjukkan bahwa kegagalan tersebut mungkin bukan disebabkan oleh kurangnya niat, melainkan akibat jenis dan intensitas olahraga yang tidak cocok dengan karakter atau tipe kepribadian individu.
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Psychology oleh tim peneliti Inggris menganalisis hubungan antara lima sifat kepribadian utama (Big Five Personality), ekstraversi, kehati-hatian (conscientiousness), neurotisisme, keramahan (agreeableness), dan keterbukaan (openness) terhadap preferensi serta performa olahraga pada puluhan peserta.
Kecocokan Tipe Kepribadian dengan Jenis Olahraga
Temuan riset mengungkapkan bagaimana karakter psikologis seseorang memengaruhi kecenderungan mereka dalam menikmati olahraga:
- Tipe Ekstrovert: Cenderung memiliki kapasitas aerobik (VO2peak) dan daya puncak yang lebih tinggi. Mereka sangat menikmati tes fisik intensitas tinggi seperti High-Intensity Interval Training (HIIT) serta olahraga berbasis kelompok/komunitas.
- Tipe Neurotik (Mudah Cemas): Lebih menyukai latihan intensitas tinggi dengan durasi singkat (HIIT) dibanding olahraga durasi panjang. Latihan yang terlalu lama memberi ruang bagi kecemasan dan pikiran negatif untuk muncul. Meski demikian, kelompok ini menjadi satu-satunya yang mencatat penurunan tingkat stres paling signifikan setelah rutin berolahraga.
- Tipe Kehati-hatian (Conscientious): Sangat disiplin, berorientasi pada target jangka panjang (seperti maraton), dan memiliki persentase lemak tubuh yang lebih rendah. Mereka berolahraga murni demi manfaat kesehatan.
- Tipe Terbuka dan Ramah (Openness/Agreeableness): Lebih menikmati olahraga berdurasi panjang dengan intensitas rendah hingga sedang, seperti bersepeda santai atau jalan kaki di alam terbuka.
Tips Memulai Rutin Berolahraga
Para pakar menegaskan bahwa olahraga terbaik adalah aktivitas yang dapat dinikmati dan dilakukan secara konsisten. Bagi individu yang merasa sulit atau enggan melakukan olahraga terstruktur, langkah awal dapat dimulai dengan meningkatkan pergerakan fisik harian secara sengaja:
- Pilih Format yang Sesuai: Manfaatkan kelas kebugaran kelompok atau klub olahraga jika Anda seorang ekstrovert. Pilih latihan mandiri (one-on-one) jika Anda lebih independen.
- Sisipkan Pergerakan Kecil (NEAT): Bangun dari meja kerja setiap 30 menit, pilih tangga alih-alih eskalator, atau lakukan pekerjaan rumah tangga sambil mendengarkan musik.
- Fokus pada Konsistensi: Tidak perlu memaksakan latihan berat sejak awal. Memenuhi target minimal pergerakan fisik harian jauh lebih berdampak bagi kesehatan kognitif dan fisik jangka panjang dibanding latihan berat yang hanya bertahan sementara.
(Eatingwell/P-4)


















































