REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berburu kuliner viral menjadi fenomena baru di Indonesia. Tak sedikit orang yang rela mengeluarkan uang dalam jumlah besar, mengantre, hingga melakukan pre-order (PO) demi mencicipi makanan yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial.
Baru-baru ini misalnya, muncul asinan sultan Ceri-Ya yang dijual seharga Rp600 ribu. Sebelumnya, Dubai Chewy Cookie juga sempat menjadi kuliner viral yang membuat banyak orang rela mengantre dan melakukan PO untuk bisa mencobanya.
Salah satu pencinta kuliner asal Bandung, Olivia (26 tahun), termasuk orang yang gemar berburu makanan viral. Menurut dia, kecintaan terhadap makanan membuat dirinya selalu tertarik mencoba makanan baru.
"Memang aku hobi makan dari lama, jadi self reward aku setelah capek kerja ya makan. Dan myobain kuliner baru yang viral itu jadi hal seru yang suka aku lakuin," kata Olivia saat dihubungi Republika, Selasa (14/7/2026).
Di Kota Bandung, Olivia pernah rela antre demi mencicipi sejumlah tempat makan viral seperti Tjilaki 9, Kopi Makmur Jaya, Tahu Priangan, dan BMB Canteen. Menurutnya, sebagian besar kuliner yang dicoba memang terbukti enak dan sesuai dengan harga yang dibayarkan, sehingga ia tidak merasa menyesal setelah mengantre.
Meski begitu, Olivia mengaku tidak asal mengikuti tren. Sebelum datang ke lokasi, ia selalu mencari ulasan terlebih dahulu melalui media sosial maupun Google Review untuk memastikan makanan tersebut memang layak dicoba dan bukan sekadar gimmick marketing.
"Karena ada yang kayak misal brand makanan, jangan disebut deh ya nama brand-nya, kalau liat konten di media sosialnya si isian dia itu melimpah, bikin ngiler pokoknya. Tapi pas aku cek lagi, ada review pembeli yang bilang isiannya tuh seuprit. Jadi katanya isian yang melimpah itu cuma buat take konten. Nah karena takut zonk, ya udah itu aku skip," kata Olivia.
Selain mempertimbangkan ulasan, Olivia juga selalu menyesuaikan hobi berburu kuliner dengan kondisi keuangan. Sebagai karyawan swasta, selama ini ia kerap membatasi untuk mencoba maksimal dua restoran viral dalam sebulan, dengan anggaran tidak lebih dari Rp400 ribu.
"Jadi walaupun suka nyoba makanan yang viral, tapi ya disesuaikan dengan budget. Misalnya, oh bulan ini nyobain maksimal dua resto deh, dan itu juga range-nya per tempat nggak lebih dari Rp200 ribu. Nah kalau misal harga makanannya misal kayak tadi ya, Rp600 ribu atau Rp800 ribu, itu nggak masuk sih di aku," kata Olivia.

6 hours ago
8

















































