MENUMPUK: Bantuan pakaian layak pakai bagi korban terdampak kebakaran di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya di Desa Sirnaresmi Kecamatan Cisolok dihentikan.(MI/Benny Bastiandi)
BANTUAN pakaian layak pakai bagi korban kebakaran di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, berpotensi jadi limbah sandang. Pasalnya, volume bantuan tersebut sudah sangat menumpuk.
Manager Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menegaskan saat ini bantuan untuk pakaian layak pakai harus dihentikan sementara. Masyarakat yang ingin membantu disarankan agar mengirimkan bantuan dalam bentuk lain, misalnya logistik.
"Atas berbagai pertimbangan, kami sudah tidak menerima bantuan pakaian layak pakai karena sudah overload. Kalau bantuan pakaian layak pakai terus berdatangan, maka berpotensi menjadi limbah sandang," kata Daeng, Selasa (28/7).
Bantuan pakaian layak pakai yang sekarang masih menumpuk dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat korban terdampak kebakaran. Masyarakat masih memanfaatkan bantuan itu untuk memenuhi kebutuhan sandang sehari-hari.
"(Pakaian yang menumpuk) masih dipilah-pilah warga. Biasanya mereka (masyarakat) memilah dan memilihnya menjelang sore," pungkasnya.
Pemulihan
Upaya pemulihan pascakebakaran di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Pemkab Sukabumi memastikan proses pemulihan bagi para penyintas terus dipercepat. Tak hanya persiapan merehabilitasi rumah warga, tapi juga mempercepat proses pemulihan administrasi kependudukan (adminduk).
Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, menuturkan saat ini mulai dilakukan pemulihan dokumen adminduk warga yang turut ludes terbakar. Termasuk merampungkan pendataan pembuatan rekening bank bagi penerima bantuan yang rencananya akan disalurkan Pemprov Jawa Barat.
"Seluruh pendataan administrasi sudah selesai. Kartu Keluarga sudah dicetak. Menyusul KTP yang akan segera diserahkan kepada warga. Pendataan rekening juga sudah rampung m, sehingga bantuan bisa segera disalurkan," kata Andreas saat meninjau lokasi kebakaran sekaligus menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga terdampak, Senin (27/7) malam.
Pemkab Sukabumi sudah menetapkan status tanggap darurat. Andreas memastikan berbagai kebutuhan dasar warga masih terpenuhi.
Sejauh ini bantuan logistik, terutama sembako, dinilai mencukupi. Sehingga, pemerintah mulai mengalihkan fokusnya pada tahap rehabilitasi dan pemulihan pascabencana.
"Semua unsur bergerak bersama. Alhamdulillah penanganan berjalan baik. Untuk tahap pemulihan kami sudah menyiapkan tim," tegasnya.
Untuk pembangunan kembali rumah warga, pemerintah daerah telah menyelesaikan pendataan seluruh bangunan yang terdampak. Namun, pelaksanaan rehabilitasi masih menunggu keputusan pihak Kasepuhan Adat Ciptamulya mengenai mekanisme dan lokasi pembangunan agar tetap selaras dengan nilai-nilai adat yang berlaku.
"Kondisi warga sehat. Sempat ada trauma beberapa hari lalu, tetapi sekarang sudah mulai pulih. Puskesmas juga terus siaga memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," pungkasnya. (BB/E-4)


















































