Biji Pohon Ini Terbang Mengitari Bulan Sebelum Ditanam di New York

2 hours ago 7
Biji Pohon Ini Terbang Mengitari Bulan Sebelum Ditanam di New York Pohon bulan di Madison Square Park di Manhattan.(Courtesy of Madison Square Park Conservancy)

MADISON Square Park di kawasan Midtown Manhattan, New York, menjadi rumah bagi sekitar 44 spesies pohon. Di antara pohon-pohon tersebut, berdiri sebuah bibit pohon American sweet gum ramping yang menyimpan cerita unik: biji pohon ini telah menempuh perjalanan sejauh 1,3 juta mil di luar angkasa sebelum akhirnya ditanam di New York.

Pohon muda tersebut berasal dari salah satu dari 1.000 biji tanaman yang dikirim oleh NASA dalam misi tanpa awak Artemis I, yang mengorbit bulan pada tahun 2022. Ratusan "pohon bulan" (moon trees) serupa telah ditanam di berbagai wilayah Amerika Serikat dalam dua tahun terakhir untuk menyambut misi Artemis berikutnya, yang bertujuan mengembalikan manusia ke permukaan bulan pada tahun 2028.

Direktur Hortikultura untuk Madison Square Park Conservancy, Steph Lucas, mengajukan permohonan bibit pohon bulan kepada NASA pada tahun 2023 dan dikabulkan pada tahun 2025.

"Kami sangat senang," kata Lucas.

Pohon tersebut tumbuh dengan tenang selama satu tahun sebelum pengelola taman secara resmi merayakan keberadaannya melalui sebuah pesta perayaan pada Kamis (16/7).

Kehadiran pohon bulan di Madison Square Park melanjutkan tradisi yang dimulai sejak program lunar Apollo. Pada tahun 1971, astronot Apollo 14, Stuart "Smoky" Roosa, membawa sekitar 500 biji ke bulan yang kemudian dibagikan ke berbagai taman dan situs bersejarah di seluruh dunia.

Mengadaptasi Perubahan Iklim

Acara perayaan tersebut tetap berlangsung di tengah kabut asap tebal akibat kebakaran hutan di Kanada yang membuat kualitas udara New York memburuk. Meski demikian, atmosfer tersebut justru mempertegas pesan terkait perubahan iklim yang menjadi pertimbangan Lucas saat memilih jenis pohon.

NASA menawarkan lima spesies pohon bulan, yaitu Douglas fir, Loblolly pine, Sequoia, London plane, dan American sweet gum. Lucas secara khusus memilih American sweet gum karena spesies ini beradaptasi baik dengan kondisi basah dan hangat, yang diperkirakan akan makin cocok dengan iklim Manhattan di masa depan.

"Kami pikir ini akan menjadi pilihan yang lebih baik seiring berjalannya waktu di masa depan," ujar Lucas.

Stuart Roosa sendiri dulunya merupakan seorang smokejumper (pemadam kebakaran hutan yang diterjunkan dari udara). Ia membawa biji-biji bulan pertama sebagai wujud pesan kasih bagi generasi mendatang di Bumi. Semangat itulah yang ingin diteruskan oleh pengelola taman.

Melihat pohon muda tersebut tumbuh tegak tanpa penopang di tengah kabut asap, Lucas merasa optimis.

"Ruang angkasa menginspirasi kita, bukan? Dan tanaman juga bisa menjadi sumber inspirasi," tutur Lucas. "Kita selalu bisa berusaha menuju masa depan yang lebih baik." (Space/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |