BMKG Catat 2.768 Gempa Susulan Pascagempa M7,7 Flores

1 month ago 35
BMKG Catat 2.768 Gempa Susulan Pascagempa M7,7 Flores Bangunan RS Pratama Ngada, NTT, rusak akibat gempa pada Sabtu (15/8/2026).(Dok BNPB)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 2.768 gempa bumi susulan pascagempa bermagnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur, hingga Rabu (19/8) pukul 05.00 WIB. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan, gempa susulan tersebut memiliki magnitudo 1,1 hingga 6,2. Dari ribuan gempa susulan itu, sebanyak 24 kejadian memiliki magnitudo di atas 5 dan 81 gempa dirasakan masyarakat.

"Data sementara gempa susulan ini akan berakhir 3-4 minggu ke depan. Masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada terhadap gempa bumi susulan yang masih terjadi," kata Wijayanto di Jakarta, Rabu (19/8).

Gempa utama terjadi pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB dengan magnitudo pemutakhiran 7,7. Gempa dangkal tersebut dipicu aktivitas tektonik di Flores Back-Arc dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault dan memicu tsunami di sejumlah wilayah. 

BMKG menyebut peringatan dini tsunami pertama dikirimkan 2 menit 16 detik setelah gempa dengan status ancaman Siaga untuk potensi ketinggian tsunami 0,5-3 meter dan Waspada untuk kurang dari 0,5 meter. Peringatan dini mencakup sejumlah wilayah, antara lain Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Ende, Flores Timur, dan Jeneponto dengan status Siaga. Sementara Flores Timur, Bima, Dompu, dan Wajo berstatus Waspada. Peringatan dini tsunami kemudian dinyatakan berakhir pada pukul 07.30 WIB atau sekitar 2 jam 31 menit setelah gempa.

Berdasarkan observasi stasiun pasang surut, tsunami terdeteksi di 16 lokasi yang tersebar di empat provinsi, yakni Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Ketinggian tsunami tertinggi tercatat di Pota, Manggarai Timur, NTT, sebesar 1,605 meter pada pukul 05.03 WIB. Sementara ketinggian terendah tercatat di Bakalang, Alor, NTT, sebesar 0,14 meter pada pukul 05.41 WIB.

Sementara itu, berdasarkan pemantauan sementara dan informasi lapangan, gempa Flores M7,7 menyebabkan 69 orang meninggal dunia dan 331 orang luka-luka. Kerusakan terjadi di sejumlah wilayah, terutama Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur hingga Sikka dan Maumere, dengan tingkat kerusakan ringan hingga berat. BMKG telah menerjunkan tim gabungan dari pusat dan unit pelaksana teknis untuk melakukan survei gempa merusak.

Kegiatan tersebut meliputi survei makroseismik, pengukuran mikrotremor dan MASW, pemantauan gempa susulan, serta verifikasi dampak tsunami di lapangan. Survei dilakukan untuk mendukung pemulihan dan rekonstruksi pascabencana, sekaligus menjadi dasar pemetaan mikrozonasi pascagempa, evaluasi kondisi wilayah terdampak, serta penyusunan rekomendasi mitigasi dan rekonstruksi.

BMKG juga mengimbau masyarakat menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa serta tetap mewaspadai gempa susulan. Masyarakat diminta memperoleh informasi terbaru melalui kanal resmi BMKG, termasuk situs BMKG, InaTEWS, aplikasi InfoBMKG, serta akun media sosial resmi @infoBMKG. (RO/E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |