BMKG Deteksi 4.028 Titik Panas di Sumatera, Sumsel Terbanyak 2.994 Titik

5 days ago 3
BMKG Deteksi 4.028 Titik Panas di Sumatera, Sumsel Terbanyak 2.994 Titik ilustrasi(Antara)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan drastis titik panas (hotspot) di Pulau Sumatra. Hingga Selasa (15/9) pukul 16.00 WIB, tercatat sebanyak 4.028 titik panas tersebar di wilayah tersebut, dengan kontribusi tertinggi berasal dari Provinsi Sumatra Selatan.

Prakirawan BMKG Pekanbaru, Bella R Adelia, merinci bahwa Sumatra Selatan mendominasi dengan total 2.994 titik panas. Selain Sumsel, sejumlah provinsi lain juga menunjukkan angka yang signifikan.

"Selain Sumatra Selatan, titik panas dalam jumlah cukup tinggi juga terpantau di Bangka Belitung sebanyak 354 titik, Jambi 319 titik, Lampung 269 titik, Riau 40 titik, serta Bengkulu 32 titik," ujar Bella.

Wilayah lain di Sumatra yang turut terpantau memiliki titik panas meliputi Sumatra Barat (13 titik), Kepulauan Riau (5 titik), dan Sumatera Utara (2 titik).

Sebaran Titik Panas di Riau

Khusus untuk Provinsi Riau, sebaran 40 titik panas terdeteksi di enam wilayah kabupaten/kota. Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 24 titik.

Disusul kemudian oleh Kabupaten Indragiri Hilir dengan 7 titik, Kuantan Singingi 4 titik, Pelalawan 3 titik, serta Kota Dumai dan Rokan Hilir yang masing-masing mencatatkan satu titik panas.

Jarak Pandang Terbatas dan Asap Kiriman

Kemunculan ribuan titik panas ini berdampak langsung pada kualitas udara dan jarak pandang di Riau. BMKG melaporkan adanya kabut asap yang membatasi pandangan di beberapa wilayah hingga sore hari.

Di Pekanbaru dan Rengat, jarak pandang tercatat hanya sekitar tiga kilometer. Kondisi lebih buruk terjadi di Pelalawan dengan jarak pandang 2,5 kilometer, sementara di Tambang terpantau sekitar empat kilometer.

Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Warjono, menjelaskan bahwa memburuknya kualitas udara di Riau tidak hanya disebabkan oleh kebakaran lahan lokal, melainkan juga akibat kiriman asap dari wilayah selatan Sumatra.

“Berdasarkan pola angin dan citra sebaran asap yang kami pantau, terdapat potensi kiriman asap dari wilayah di sebelah selatan Riau. Karena asap bergerak mengikuti arah angin dari tenggara dan barat daya, kondisi di Riau juga dipengaruhi sumber di luar wilayah,” pungkas Warjono. (Ant/E-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |