BMKG: Penguatan Monsun Australia Picu Angin Kencang di NTB

17 hours ago 11
 Penguatan Monsun Australia Picu Angin Kencang di NTB Ilustrasi hujan akibat monsun.(Dok. Antara)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa penguatan Monsun Australia menjadi penyebab utama terjadinya angin kencang di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Kecepatan angin tercatat mencapai 20 knot atau sekitar 37 kilometer per jam.

Ketua Kelompok Kerja Observasi, Data, dan Informasi Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), Ari Wibianto, mengonfirmasi bahwa peningkatan kecepatan angin ini terpantau secara signifikan melalui instrumen di Bandara Lombok.

"Dari pengamatan kami di Bandara Lombok tercatat kecepatan angin maksimum hingga 20 knot," ujar Ari Wibianto saat dihubungi di Mataram, Kamis (23/7).

Pengaruh Pusat Tekanan Tinggi Australia

Ari menjelaskan bahwa Monsun Australia yang menguat membawa massa udara kering yang memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia, khususnya di wilayah NTB. Selain itu, keberadaan pusat tekanan tinggi di Benua Australia turut memicu peningkatan kecepatan angin sekaligus berdampak pada kenaikan gelombang tinggi di Samudra Hindia.

Berdasarkan analisis meteorologi, kondisi angin kencang ini diperkirakan masih akan bertahan setidaknya hingga tiga hari ke depan. Fenomena ini dinilai sebagai siklus yang wajar terjadi selama musim kemarau.

"Angin kencang wajar terjadi ketika di musim kemarau, karena di bulan Juli hingga Agustus dari data yang kami catat memang menunjukkan adanya peningkatan kecepatan angin di wilayah NTB," tambah Ari.

Imbauan Kewaspadaan bagi Masyarakat

Menyikapi kondisi tersebut, BMKG mengeluarkan imbauan agar masyarakat tetap waspada terhadap dampak yang mungkin ditimbulkan oleh angin kencang, seperti potensi pohon tumbang dan gangguan pada aktivitas di luar ruangan.

Kewaspadaan ekstra juga diminta bagi warga yang tinggal di wilayah pesisir, para nelayan, serta pengguna transportasi laut. Hal ini dikarenakan adanya potensi gelombang tinggi di perairan sekitar Nusa Tenggara Barat yang dapat membahayakan keselamatan pelayaran.

Peringatan Dini Cuaca BMKG NTB:

  • Waspadai potensi angin kencang hingga 20 knot (37 km/jam).
  • Antisipasi pohon tumbang di area publik dan jalan raya.
  • Nelayan dan operator kapal diminta memantau update gelombang tinggi di Samudra Hindia.

(Ant/H-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |