BNPB: Karhutla masih Landa Sumsel, Jambi, dan Riau

5 days ago 3
 Karhutla masih Landa Sumsel, Jambi, dan Riau ilustrasi(Antara)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatra pada Selasa (15/9). Kebakaran dilaporkan masih terjadi di Provinsi Sumatra Selatan, Jambi, dan Riau dengan total luas lahan terdampak mencapai ribuan hektare.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengungkapkan bahwa di Sumatra Selatan, total luas lahan yang terbakar saat ini telah mencapai lebih dari 6.552 hektare.

"Untuk Sumatra Selatan saat ini kita lihat ada 6.552 hektare lebih yang sedang terbakar," ujar Berton dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (15/9).

Kondisi Penanganan di Sumatra Selatan

Berton merinci, dalam operasi penanganan terakhir di Sumatra Selatan, ditemukan 402 hektare lahan yang terbakar. Dari luasan tersebut, tim gabungan berhasil memadamkan lebih dari 319 hektare lahan.

Pemadaman dilakukan melalui kolaborasi operasi darat dan udara. Satuan tugas (satgas) darat memadamkan sekitar 289,97 hektare, sementara satgas udara melalui water bombing menangani lebih dari 30 hektare. Saat ini, masih tersisa sekitar 84 hektare lahan yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Kendala utama di wilayah ini adalah cuaca. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) belum dapat dilaksanakan karena ketiadaan bibit awan hujan sejak 12 September 2026. Meski demikian, jarak pandang masih berada di angka 4 hingga 8 kilometer sehingga aktivitas penerbangan tetap normal.

Untuk memperkuat penanganan, BNPB mengerahkan 11.026 personel satgas darat. Sementara untuk operasi udara, disiagakan dua unit pesawat untuk patroli/OMC dan tujuh unit helikopter water bombing.

Situasi Karhutla di Jambi

Di Provinsi Jambi, total akumulasi lahan terbakar tercatat mencapai 2.998 hektare. Pada pemantauan terakhir, terdapat 44,5 hektare lahan terbakar, di mana 34,5 hektare di antaranya sudah berhasil dipadamkan.

"Rinciannya, satuan tugas darat memadamkan 28 hektare, sedangkan satuan tugas udara melalui water bombing 6,5 hektare," jelas Berton. Dengan hasil tersebut, tersisa sekitar 10 hektare lahan yang masih dalam proses pemadaman.

Sama seperti Sumsel, OMC di Jambi terkendala cuaca kering karena tidak adanya hujan sejak 1 September 2026. Kondisi kualitas udara di Jambi dilaporkan berada dalam kategori tidak sehat dengan jarak pandang pagi hari mencapai 1.100 meter.

BNPB mengerahkan 5.984 personel satgas darat di Jambi, didukung dua unit pesawat patroli/OMC dan empat unit helikopter water bombing.

Riau: Luas Terbakar Terbesar Namun Terbantu Hujan

Provinsi Riau mencatatkan luasan karhutla terbesar dengan total mencapai 19.851 hektare. Pada penanganan terbaru, ditemukan 17 titik api dengan luas sekitar 46 hektare, dan 25 hektare di antaranya telah dipadamkan.

Berbeda dengan dua provinsi lainnya, kondisi cuaca di Riau relatif lebih mendukung. Hujan mulai turun di beberapa wilayah seperti Kepulauan Meranti dan Bengkalis sejak 14 September, sehingga pelaksanaan OMC dapat terus berjalan.

Kualitas udara di Rokan Hilir, Bengkalis, dan Siak masih dikategorikan tidak sehat dengan jarak pandang berkisar 3,7 hingga 4 kilometer. BNPB menyiagakan 2.164 personel darat serta delapan unit armada udara (2 patroli/OMC dan 6 water bombing) di wilayah ini.

Strategi Massal dan Terukur

Berton menegaskan bahwa strategi utama BNPB adalah pemadaman secara massal dan terukur. Operasi darat diposisikan sebagai kekuatan utama yang didukung secara efektif oleh operasi udara untuk mencapai hasil maksimal.

Keberhasilan penanganan ini, menurutnya, sangat bergantung pada sinergi lintas unsur, mulai dari BNPB, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, hingga relawan dan sektor swasta.

"Keberhasilan operasi ini didukung oleh peningkatan sinergitas dan kerja sama nyata dari seluruh unsur," pungkasnya. (E-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |