Ilustrasi(Dok Istimewa)
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Pulau Sukun, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut dikirim melalui Posko Pendamping Nasional (Pospenas) BNPB di Maumere untuk memastikan kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses tetap terpenuhi. Penyaluran ini sekaligus memperkuat dukungan komunikasi dan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, Senin (24/8) mengatakan penanganan masyarakat terdampak terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geografis wilayah kepulauan.
Menurutnya, Upaya menjangkau Pulau Sukun dilakukan BNPB untuk memastikan masyarakat yang berada di wilayah dengan akses terbatas tidak terlewat dalam penanganan darurat. Sebelumnya, bantuan juga telah dikirim melalui jalur laut menggunakan kapal cepat pada Jumat (21/8).
Pada Minggu (23/8), bantuan kembali dikirim menggunakan helikopter Kementerian Perhubungan dan mendarat di lapangan Desa Samporong, Kecamatan Alok. Pengiriman dipimpin Direktur Penanganan Darurat Wilayah III BNPB Nelwan Harahap.
Sekitar 300 kepala keluarga terdampak gempa berada di wilayah tersebut. Bantuan yang dikirim kali ini antara lain perangkat internet berbasis satelit Starlink, paket medis, dan obat-obatan.
Perangkat Starlink dibutuhkan karena keterbatasan jaringan komunikasi di Pulau Sukun. Sebelum adanya dukungan jaringan satelit, warga harus menuju lokasi yang lebih tinggi untuk mendapatkan sinyal agar dapat berkomunikasi dengan keluarga maupun pihak di luar pulau.
Dengan tersedianya akses internet, komunikasi masyarakat diharapkan menjadi lebih mudah dan stabil. Jaringan tersebut juga dapat mendukung koordinasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, masyarakat, dan unsur penanganan darurat dalam menyampaikan informasi serta memetakan kebutuhan warga.
Selain perangkat komunikasi, BNPB membawa obat-obatan untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat terdampak.
“Hari ini kedua kalinya kami datang untuk memastikan masyarakat tertangani dengan baik dan tidak berkekurangan,” jelas Nelwan.
Nelwan juga menyampaikan bahwa obat-obatan yang dibawa sebagian merupakan titipan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka untuk disalurkan kepada masyarakat di wilayah terdampak.
“Kami juga membawa titipan obat-obatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka untuk disampaikan di daerah terdampak ini,” kata Nelwan.
Sebelumnya, BNPB bersama pemerintah daerah telah menyalurkan berbagai bantuan ke Pulau Sukun, antara lain beras, paket sembako, minyak goreng, air mineral, selimut, telur, popok bayi, terpal, mi instan, sabun, pasta gigi, tikar, suplemen kesehatan, obat-obatan, dan kebutuhan pendukung lainnya.
Berton mengatakan distribusi bantuan ke wilayah kepulauan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi dan akses di lapangan. Jalur laut dan udara digunakan untuk mempercepat pengiriman bantuan ke wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Penyaluran bantuan ke Pulau Sukun menjadi bagian dari upaya BNPB memastikan masyarakat terdampak gempa di wilayah kepulauan tetap mendapatkan kebutuhan dasar, akses komunikasi, dan pelayanan kesehatan selama masa tanggap darurat.
BNPB bersama pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, tenaga kesehatan, serta unsur terkait lainnya terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak dapat ditangani secara tepat. (H-2)


















































