Botok Cs Saksikan Paripurna, Puan: DPR Terbuka untuk Aspirasi Warga

3 weeks ago 14
 DPR Terbuka untuk Aspirasi Warga Suasana rapat paripurna di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta(MI/Usman Iskandar)

KETUA DPR RI Puan Maharani menegaskan gedung parlemen  terbuka bagi masyarakat yang ingin menyalurkan aspirasi mereka, termasuk memberikan akses bagi perwakilan warga untuk menyaksikan langsung Rapat Paripurna. Hal tersebut disampaikan Puan menanggapi Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok yang hadir bersama sejumlah rekannya di balkon saat rapat paripurna ke-3 DPR masa sidang I 2026-2027 di tengah pelaksana aksi mereka di depan kompleks parlemen, pada Kamis (27/8/2026).

"Sebenarnya dari awal kami mengatakan bahwa gedung DPR ini terbuka untuk menerima aspirasi dari masyarakat, namun ada aturan dan mekanismenya. Bernama rumah, ini kan lembaga DPR. Silakan sampaikan surat permintaan untuk bertemu dan menyampaikan aspirasi," ujar Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (27/8/2026).

Puan menjelaskan bahwa DPR memiliki berbagai wadah resmi untuk menampung aspirasi warga, mulai dari Badan Aspirasi Masyarakat (BAM), Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di komisi-komisi, hingga mengizinkan perwakilan massa hadir di ruang paripurna.

Meski demikian, politikus PDI Perjuangan itu menekankan pentingnya menjaga ketertiban serta mematuhi tata tertib yang berlaku di lingkungan lembaga legislatif.

"Tentu saja kami akan menemui dan menerima aspirasi tersebut. Bahkan sampai kami bolehkan perwakilannya untuk ikut dalam paripurna. Namun ya ikuti mekanisme dan aturan yang ada di lembaga DPR ini. Begitu juga di setiap rumah yang akan dimasuki oleh tamu, tentu saja harus mengikuti mekanisme dan aturannya," tegas Puan.

Massa yang tergabung dalam aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) ikut menghadiri rapat paripurna ke-3 DPR masa sidang I 2026-2027 di tengah pelaksana aksi mereka di depan kompleks parlemen. Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok hadir bersama sejumlah rekannya dengan hanya mengenakan kaos hitam.

Botok dan rekannya duduk di balkon rapat menyaksikan laporan Komisi III DPR terkait hasil pembahasan RUU Perampasan Aset yang saat ini masih dalam tahap penyerapan aspirasi. Dia mengaku menerima izin untuk ikut hadir dalam rapat malam sebelumnya setelah bernegosiasi dengan pihak sekretariat DPR. Meski begitu, aksi mereka di depan kompleks parlemen tetap berlangsung. (H-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |