BPBD Lumajang Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla di Ranupani TNBTS

4 hours ago 1
BPBD Lumajang Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla di Ranupani TNBTS Upaya pemadaman karhutla di wilayah Bromo Tengger Semeru.(Dok. Antara)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, meningkatkan kewaspadaan di Desa Ranupani menyusul terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Langkah ini diambil guna memastikan tidak adanya titik api baru yang muncul di wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, menegaskan bahwa meskipun api di kawasan Gunung Bromo telah dinyatakan padam, kesiapsiagaan personel di lapangan tidak boleh kendur.

"Api boleh padam, tetapi kewaspadaan tidak boleh ikut padam," ujar Isnugroho dalam keterangan tertulis yang diterima di Lumajang, Kamis (20/8).

Berdasarkan hasil pemantauan terkini, kondisi di wilayah Kabupaten Lumajang terpantau terkendali tanpa adanya titik api maupun kepulan asap. Namun, BPBD tetap memperketat pengawasan di kawasan Ranupani mengingat vegetasi di area konservasi tersebut masih dalam kondisi kering akibat musim kemarau yang panjang.

Siagakan Personel dan Pantau Vegetasi Kering

Isnugroho menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiagakan personel khusus di wilayah Ranupani. Selain mengamati perkembangan kondisi fisik kawasan, para petugas juga bertanggung jawab menghimpun informasi dari masyarakat terkait indikasi munculnya titik api.

"Pemantauan dilakukan dengan menyiagakan personel di wilayah Ranupani. Selain mengamati perkembangan kondisi kawasan, personel juga bertugas menghimpun informasi apabila ditemukan indikasi munculnya titik api baru," tuturnya.

Selain pengawasan darat, BPBD Lumajang juga mendukung proses pembasahan (wetting) di sejumlah area strategis menggunakan helikopter. Personel di lapangan berperan memastikan area operasi udara tetap aman dan meminimalisasi gangguan dari aktivitas masyarakat sekitar.

Antisipasi Dampak Kemarau

Kondisi cuaca yang kering menjadi faktor utama tingginya risiko karhutla di kawasan TNBTS. Isnugroho mengingatkan bahwa vegetasi yang mengering sangat mudah terbakar, sehingga deteksi dini menjadi kunci utama penanganan.

Upaya pencegahan ini dilakukan secara kolaboratif bersama tim gabungan. Pemantauan berkelanjutan ini diharapkan dapat menjaga kelestarian kawasan konservasi TNBTS sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Masyarakat diminta untuk sangat berhati-hati dan menghindari penggunaan api terbuka di sekitar kawasan hutan selama musim kemarau guna mencegah terjadinya bencana serupa. (Ant/H-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |