Dirut BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito(Dok. BPJS Kesehatan)
DIREKTUR Utama (Dirut) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Prihati Pujowaskito meminta kepada seluruh ekosistem kesehatan untuk mempercepat penanganan pasien dalam kondisi kritis. Hal ini ditekankan guna mencegah terjadinya in-hospital delay atau keterlambatan penanganan saat pasien sudah berada di fasilitas kesehatan.
Prihati menyoroti bahwa dalam kasus-kasus darurat, seperti serangan jantung, setiap detik sangat berharga untuk menyelamatkan nyawa pasien. Oleh karena itu, koordinasi antara tenaga kesehatan, pihak rumah sakit, dan kesadaran pasien menjadi kunci utama.
Pentingnya Kecepatan Penanganan Serangan Jantung
"Pada kondisi kritis seperti serangan jantung diharapkan pihak rumah sakit ataupun pasien jangan menunda-nunda," ujar Prihati di Bandung, Kamis (17/9).
Ia menjelaskan bahwa keterlambatan penanganan medis sering kali menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko fatalitas. Penanganan yang cepat dan tepat di fasilitas kesehatan diharapkan dapat secara signifikan menekan angka kematian akibat penyakit kardiovaskular yang masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi.
Edukasi Pasien dan Peran Tenaga Kesehatan
Selain kesiapan rumah sakit, Prihati juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat. Pasien dan keluarga harus memahami bahaya dari penundaan perawatan saat gejala kritis muncul. Ia meminta agar pasien segera dibawa ke rumah sakit tanpa harus menunggu kondisi memburuk.
Di sisi lain, ia memberikan peringatan khusus kepada pihak manajemen rumah sakit dan para medis. "Sementara dari rumah sakit, para tenaga kesehatan dan para dokter jangan menjadi penyebab in-hospital delay dalam melakukan penanganan," tegasnya.
Fokus Utama Pencegahan Delay:
- Edukasi pasien untuk segera ke RS saat kondisi kritis.
- Optimalisasi alur kerja tenaga kesehatan di IGD.
- Peniadaan hambatan administratif yang menghambat tindakan medis darurat.
- Ketepatan diagnosis dan tindakan dokter spesialis.
Dengan sinergi yang baik antara kesadaran masyarakat dan respons cepat dari tenaga medis, BPJS Kesehatan optimistis angka kematian pada kasus serangan jantung dapat diminimalisir melalui intervensi medis yang tepat waktu. (H-4)


















































