Perdana Menteri Sanae Takaichi tiba untuk menghadiri rapat kabinet di Kantor Perdana Menteri, Tokyo, Selasa lalu.(JIJI)
PERDANA Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi akan merombak (reshuffle) kabinetnya, Kamis (17/9). Namun, sejumlah menteri kunci diperkirakan tetap berada di posisinya. Langkah ini menjaga kesinambungan pemerintahan sekaligus menahan potensi rival politik Takaichi di dalam Partai Demokrat Liberal (LDP).
Takaichi yang juga menjabat Ketua LDP diperkirakan kembali maju dalam pemilihan ketua partai pada September tahun depan. Dengan mempertahankan sejumlah tokoh senior di kabinet, Takaichi menempatkan calon-calon pesaingnya tetap berada di bawah kendali pemerintahan.
"Takaichi, yang juga menjabat sebagai presiden Partai Demokrat Liberal (LDP), kemungkinan besar akan memasukkan anggota Partai Inovasi Jepang (JIP) ke dalam kabinet untuk pertama kalinya. Hal ini mencerminkan semakin pentingnya peran mitra koalisi LDP tersebut bagi pemerintahannya," lapor Japan Times, Kamis.
Menteri Keuangan Satsuki Katayama diperkirakan tetap menjabat. Ia akan menghadapi salah satu agenda paling kontroversial pemerintahan Takaichi, yakni rencana menurunkan pajak konsumsi untuk produk makanan dari 8% menjadi 1% selama dua tahun mulai April tahun depan.
Katayama akan diminta menjelaskan kepada parlemen bagaimana kebijakan tersebut akan dibiayai. Pemerintah menargetkan legislasi terkait kebijakan itu disahkan sebelum akhir tahun.
Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi juga diperkirakan dipertahankan. Pengalaman panjangnya di LDP dibutuhkan untuk menangani persoalan diplomatik di tengah ketidakpastian geopolitik.
Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi pun diproyeksikan tetap menduduki posisinya. Ia akan menghadapi pertanyaan parlemen mengenai revisi tiga dokumen utama keamanan Jepang.
Salah satu isu yang berpotensi memicu perdebatan keras adalah dorongan untuk mengubah kebijakan lama Jepang yang tidak mengizinkan senjata nuklir dibawa ke wilayahnya. Takaichi mendukung perubahan tersebut.
Keputusan mempertahankan Motegi dan Koizumi memiliki konsekuensi politik. Keduanya merupakan tokoh senior LDP dan pernah menjadi pesaing Takaichi dalam pemilihan ketua partai tahun lalu. Takaichi mengalahkan Koizumi dalam putaran kedua.
Dengan tetap berada di kabinet, ruang bagi keduanya untuk mengkritik pemerintahan Takaichi dari luar kabinet menjadi lebih terbatas. Sebaliknya, Takaichi dapat memanfaatkan pengalaman mereka untuk menjaga kesinambungan kebijakan luar negeri dan pertahanan.
Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara, orang dekat Takaichi sekaligus juru bicara utama pemerintah, juga diperkirakan tetap menjabat.
Reshuffle ini juga akan membuka ruang bagi Partai Inovasi Jepang (JIP), atau Nippon Ishin no Kai, untuk pertama kalinya masuk kabinet sejak menjadi mitra koalisi LDP pada Oktober tahun lalu.
Anggota parlemen senior Hiroshi Nakatsuka disebut menjadi kandidat kuat untuk menduduki posisi menteri negara untuk misi khusus. Tugas spesifiknya akan ditentukan kemudian.
Masuknya Nakatsuka menandai perubahan posisi JIP dalam pemerintahan Takaichi. Saat membentuk kesepakatan koalisi dengan LDP Oktober lalu, JIP tidak menjadikan kursi kabinet sebagai syarat kerja sama.
Kini, partai tersebut mendapat tempat di pemerintahan ketika Takaichi membutuhkan dukungan politik untuk menghadapi sidang parlemen yang diperkirakan berlangsung ketat. (B-3)


















































