BPS Jelaskan Fungsi Desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional

1 month ago 42
BPS Jelaskan Fungsi Desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional Ilustrasi(Antara)

Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan peran strategis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai rujukan tunggal pemerintah dalam perencanaan dan evaluasi program nasional. Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025, DTSEN mengintegrasikan berbagai basis data besar untuk memastikan kebijakan pemerintah lebih tepat sasaran.

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa salah satu elemen krusial dalam DTSEN adalah penggunaan "desil". Ia menekankan bahwa desil harus dipahami sebagai pemeringkatan kesejahteraan yang bersifat relatif, bukan ukuran absolut kemiskinan atau nominal kekayaan tertentu.

Memahami Arti Desil dalam DTSEN

Desil adalah pengelompokan keluarga berdasarkan posisi relatif tingkat kesejahteraannya. Dalam sistem ini, seluruh keluarga diperingkatkan dan dibagi menjadi 10 kelompok, di mana masing-masing kelompok mencakup sekitar 10 persen dari total keluarga.

Kelompok Desil Keterangan Kesejahteraan Relatif
Desil 1 Tingkat kesejahteraan relatif paling rendah
Desil 2 - 9 Kelompok menengah secara bertahap
Desil 10 Tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi

"Desil menunjukkan posisi relatif suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya. Angka desil bukan ukuran tunggal kondisi ekonomi, melainkan gambaran posisi dalam pemeringkatan kesejahteraan," ujar Amalia dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8/2026).

Metode Proxy Means Test (PMT)

Penentuan desil tidak hanya didasarkan pada satu indikator seperti penghasilan atau daya listrik saja. BPS menggunakan metode statistik Proxy Means Test (PMT) yang mempertimbangkan berbagai karakteristik secara simultan, meliputi:

  • Kondisi perumahan dan sumber air minum.
  • Bahan bakar energi untuk memasak.
  • Kepemilikan aset dan konsumsi listrik.
  • Komposisi keluarga, tingkat pendidikan, dan pekerjaan.
  • Kondisi kesehatan serta disabilitas.

Metode PMT ini merupakan standar internasional yang digunakan untuk mengestimasi kesejahteraan ketika data pendapatan sulit diverifikasi secara langsung.

Cakupan Data dan Mekanisme Pemutakhiran

Hingga 10 Juli 2026, DTSEN Versi 3 Tahun 2026 telah mencakup data yang sangat masif untuk mendukung integrasi nasional.

Statistik DTSEN Versi 3 (Per 10 Juli 2026):

  • Record Individu: 290,13 juta jiwa
  • Record Keluarga: 95,98 juta keluarga

DTSEN dibangun dari integrasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), P3KE, dan Regsosek, yang kemudian disinkronkan dengan data kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri.

Masyarakat yang menemukan ketidaksesuaian data dapat melakukan pembaruan melalui mekanisme usul dan sanggah di kanal resmi seperti cekbansos.kemensos.go.id, aplikasi SIKS-NG di tingkat desa/kelurahan, atau melalui laman dtsen-form.bps.go.id. BPS menegaskan bahwa pengajuan pembaruan tidak otomatis mengubah posisi desil, karena data akan dihitung kembali berdasarkan metode statistik yang berlaku.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |