Hasil laga Brentford vs Tottenham.(Google)
KLUB Tottenham Hotspur mengawali Liga Primer Inggris dengan buruk setelah kalah telak 0-3 dari Brentford pada Sabtu (22/8). Pelatih the Lilywhites, Roberto De Zerbi meminta maaf atas penampilan buruk Tottenham yang gagal memberikan perlawanan sepanjang pertandingan. Kekalahan tersebut menjadi salah satu kekalahan terbesar Tottenham pada laga pembuka era Liga Primer.
Tottenham telah menghabiskan lebih dari 200 juta pound sterling atau sekitar Rp4,82 triliun rupiah untuk memperkuat skuad setelah nyaris terdegradasi ke Championship pada pertandingan terakhir musim lalu.
De Zerbi langsung menurunkan empat pemain baru sebagai starter, yakni Sandro Tonali, Andrew Robertson, Marcos Senesi, dan Jan Paul van Hecke. Mateus Fernandes kemudian masuk pada babak kedua.
Namun, Brentford mampu mencetak dua gol pada babak pertama melalui Keane Lewis-Potter dan Vitaly Janelt. Michael Kayode kemudian menambah keunggulan tuan rumah setelah jeda.
De Zerbi mengakui Tottenham gagal memenangkan banyak duel sepanjang pertandingan. "Kami tidak siap bertarung dalam duel. Kami kalah terlalu banyak duel," kata De Zerbi dikutip dari AFP.
Pelatih asal Italia itu juga menilai kondisi fisik sejumlah pemain belum optimal. Beberapa pemain baru bergabung setelah Piala Dunia sehingga membutuhkan waktu untuk mencapai kondisi terbaik. "Kami harus meningkatkan kondisi fisik dan organisasi. Ini pertandingan pertama dan bagian dari perjalanan kami," ujar De Zerbi.
Kekalahan tersebut membuat suporter Tottenham meninggalkan Gtech Community Stadium sebelum pertandingan berakhir. Namun, De Zerbi menegaskan dirinya tidak kehilangan kepercayaan terhadap para pemain. "Saya percaya kepada para pemain saya. Saya tidak kehilangan kepercayaan kepada mereka," kata De Zerbi.
Tottenham sebenarnya berharap belanja besar pada bursa transfer musim panas dapat membawa perubahan setelah finis di posisi ke-17 dalam dua musim terakhir. Kapten Tottenham, Archie Gray, yang berusia 20 tahun dan menjadi kapten termuda dalam sejarah klub, mengakui timnya kalah dalam hal perjuangan. "Saya rasa tidak ada alasan. Hari ini kami kalah dalam perjuangan. Kami masih punya pekerjaan yang harus dilakukan," ujar Gray. (Ndf/P-3)


















































