Bukan Erupsi, Badan Geologi Pastikan Asap di Gunung Raung akibat Kebakaran Lahan

3 hours ago 1
Bukan Erupsi, Badan Geologi Pastikan Asap di Gunung Raung akibat Kebakaran Lahan Asap dari puncak Gunung Raung, Jawa Timur.(Dok. Metro Tv)

BADAN Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM) memberikan klarifikasi terkait fenomena kepulan asap yang teramati di lereng atas bagian selatan Gunung Raung, Jawa Timur. Berdasarkan hasil analisis, fenomena tersebut dipastikan dipicu oleh kebakaran lahan, bukan disebabkan oleh aktivitas vulkanik maupun erupsi.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa titik kepulan asap mulai terdeteksi sejak Rabu (19/8) pukul 06.30 WIB. Seiring berjalannya waktu, asap tersebut terlihat bergerak dan melebar pada pukul 13.06 WIB.

"Dari karakter sebaran, lokasi, dan warna asap yang teramati, diduga bahwa fenomena kepulan asap tersebut diakibatkan oleh kebakaran lahan," ujar Lana di Jakarta, Kamis (20/8).

Analisis Aktivitas Vulkanik

Lana memaparkan bahwa pengamatan visual terhadap Gunung Raung selama dua pekan terakhir tidak menunjukkan adanya tanda-tanda erupsi. Aktivitas yang teramati hanya berupa hembusan gas atau uap air dengan tekanan fluktuatif, mencapai ketinggian maksimal 500 meter di atas puncak. Tidak ditemukan adanya material batuan yang keluar dari kawah.

Dari sisi kegempaan, rekaman menunjukkan dominasi Gempa Hembusan permukaan yang terjadi akibat pelepasan tekanan gas. Badan Geologi juga tidak mendeteksi adanya peningkatan jumlah maupun jenis kegempaan yang mengindikasikan proses migrasi magma ke permukaan bumi.

Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Raung yang mencakup wilayah Kabupaten Banyuwangi, Jember, dan Bondowoso tetap berada pada Level II (Waspada). Status ini telah ditetapkan sejak 19 Desember 2023.

Imbauan Keamanan

Meskipun kepulan asap dipastikan berasal dari kebakaran lahan, Badan Geologi tetap meminta masyarakat dan wisatawan untuk mematuhi rekomendasi keselamatan terkait status Waspada gunung tersebut.

Lana mengimbau agar tidak ada aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi di kawah puncak. Hal ini bertujuan untuk menghindari potensi bahaya dari akumulasi gas vulkanik dengan konsentrasi tinggi yang dapat membahayakan keselamatan jiwa. (Ant/H-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |