Ilustrasi kenaikan harga BBM.(Dok. Magnific)
HARGA bahan bakar (BBM) kendaraan di Bulgaria mencatatkan lonjakan sebesar 26,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Juni 2026. Angka ini menempatkan Bulgaria sebagai negara dengan kenaikan harga bahan bakar tertinggi di seluruh Eropa.
Berdasarkan analisis RIA Novosti terhadap data terbaru dari Eurostat yang dirilis Rabu (22/7), tren kenaikan harga energi ini melanda hampir seluruh kawasan Uni Eropa. Eurostat, sebagai badan statistik resmi Uni Eropa yang berbasis di Luksemburg, mencatat Finlandia berada di posisi kedua dengan kenaikan 23,9 persen yoy, disusul Lithuania di peringkat ketiga dengan lonjakan 23,8 persen.
Kenaikan signifikan di negara-negara tersebut mencakup berbagai jenis bahan bakar utama, mulai dari bensin, solar, hingga gas.
Daftar Negara dengan Kenaikan Signifikan
Selain tiga negara teratas, sejumlah negara Eropa lainnya juga melaporkan tekanan harga bahan bakar yang cukup berat, di antaranya:
- Rumania: 23,6 persen
- Luksemburg: 22,3 persen
- Yunani: 21,9 persen
- Belgia: 20,3 persen
- Prancis: 20,1 persen
- Siprus: 20,0 persen
- Makedonia Utara: 19,7 persen
Dampak Eskalasi Konflik Global
Lonjakan harga di tingkat konsumen ini dipicu oleh melambungnya harga minyak mentah dunia. Faktor utamanya adalah eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang terus memanas sejak Februari lalu.
Kondisi pasar global semakin tertekan setelah harga minyak mentah melonjak lebih dari 3 persen pada perdagangan Rabu (22/7). Harga minyak mentah jenis Brent bahkan telah menembus angka 94,09 dolar AS per barel. Jika dikonversi ke mata uang lokal, nilai tersebut setara dengan Rp1,68 juta (berdasarkan kurs Rp17.914 per dolar AS pada Kamis pagi). (Ant/Sputnik/H-3)


















































