Bupati Tabanan Minta Warga Hentikan Main Hakim Sendiri Pascatragedi Baturiti

1 hour ago 6
Bupati Tabanan Minta Warga Hentikan Main Hakim Sendiri Pascatragedi Baturiti Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya (kanan)(MI/Arnoldus Dhae)

BUPATI Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, memberikan perhatian serius terhadap tragedi pengeroyokan massal yang menewaskan seorang pria berinisial IKD di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti. Sanjaya secara tegas meminta seluruh lapisan masyarakat untuk menghentikan tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum.

Menanggapi peristiwa memilukan tersebut, Sanjaya menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum. Ia menilai kehilangan nyawa dalam kondisi seperti ini merupakan duka bagi seluruh masyarakat Tabanan.

”Sebagai Bupati Tabanan sekaligus bagian dari masyarakat, saya turut prihatin dan berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas musibah ini. Kehilangan satu nyawa adalah duka bagi kita semua,” ujar Sanjaya dalam keterangannya.

Pesan Bupati: Hukum Harus Menjadi Panglima

Sanjaya menekankan bahwa tragedi ini harus menjadi pengingat keras bagi seluruh elemen masyarakat tentang pentingnya supremasi hukum. Ia mengimbau agar warga tidak mudah terprovokasi atau mengambil tindakan anarkis meskipun dalam situasi yang memicu emosi.

Menurutnya, tindakan main hakim sendiri tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan ketertiban sosial yang selama ini dijaga di Kabupaten Tabanan. Ia berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus pengeroyokan ini secara transparan dan adil.

Konteks Peristiwa:

Korban IKD dikeroyok massa setelah diduga melakukan pencurian ayam. Belakangan terungkap fakta pilu bahwa korban berasal dari keluarga miskin dan diduga terdesak kebutuhan biaya sekolah (SPP) anaknya yang akan memasuki tahun ajaran baru.

Atensi Terhadap Keluarga Korban

Selain fokus pada aspek hukum, Bupati Sanjaya juga menaruh perhatian pada kondisi ekonomi keluarga yang ditinggalkan. Mengingat almarhum IKD merupakan tulang punggung keluarga yang sedang kesulitan membiayai pendidikan anak-anaknya, Pemerintah Kabupaten Tabanan diharapkan dapat memberikan skema bantuan yang tepat.

Langkah Bupati ini sejalan dengan gelombang simpati yang datang dari berbagai pihak, termasuk Anggota DPD RI Dapil Bali Arya Wedakarna (AWK) yang telah menyatakan kesiapan membiayai pendidikan anak korban hingga jenjang perguruan tinggi. Berbagai lembaga kemanusiaan dan perusahaan juga telah menyalurkan bantuan kebutuhan pokok ke rumah duka.

Sanjaya berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan. Ia mengajak tokoh masyarakat dan perangkat desa untuk lebih proaktif dalam melakukan edukasi hukum serta memperkuat sistem keamanan lingkungan tanpa harus mengabaikan prosedur hukum yang berlaku. (Z-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |