CapCut Gelar AI Content Fest 2026: Rayakan Kreativitas Film Pendek Berbasis AI

1 week ago 23
 Rayakan Kreativitas Film Pendek Berbasis AI AI Content Fest 2026, Jumat (11/9).(MI/HO)

CAPCUT, solusi penyuntingan video terpadu, resmi menggelar acara puncak AI Content Fest 2026, Jumat (11/9). Festival film pendek berskala nasional ini menjadi panggung bagi talenta kreatif Indonesia untuk memamerkan karya mereka yang memadukan narasi lokal dengan kecanggihan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Mengusung tema “Small Stories. Big Screen. One Nation”, festival ini menampilkan 10 karya terpilih dari kreator berbagai daerah di layar lebar CGV Grand Indonesia (ScreenX), Jakarta.

Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-81, saat para kreator diajak berbagi cerita tentang identitas, budaya, hingga harapan bagi bangsa melalui fitur penyuntingan berbasis AI di CapCut.

“Indonesia memiliki begitu banyak cerita dan talenta kreatif yang layak mendapatkan panggung lebih besar. Melalui AI Content Fest 2026, kami ingin membantu kreator membawa perspektif mereka ke layar lebar dan membuka lebih banyak kesempatan agar karya lokal dapat dikenal luas,” ujar Jessica Wowor, Head of Content Operations, CapCut Indonesia.

Dukungan terhadap Ekonomi Kreatif

Langkah CapCut ini sejalan dengan visi Kementerian Ekonomi Kreatif dalam memperkuat industri kreatif nasional melalui teknologi. Sebagai catatan, pada tahun 2024, sektor ekonomi kreatif telah berkontribusi lebih dari Rp1.500 triliun terhadap PDB nasional. Kehadiran AI diharapkan menjadi katalisator untuk mempercepat inovasi di berbagai subsektor kreatif.

Detail Acara Keterangan
Tema Utama Small Stories. Big Screen. One Nation
Lokasi Puncak Acara CGV Grand Indonesia (ScreenX), Jakarta
Juri & Praktisi Angga Dwimas Sasongko, Mouly Surya, Upie Guava, Dinda Prasetyo, Gustav Anandhita
Kategori Penghargaan 8 Kategori (Termasuk Best AI Micro Film & Student Awards)

Kolaborasi Teknologi dan Kreativitas Manusia

Dalam sesi diskusi panel, sejumlah tokoh industri seperti Lukman Sardi, Mouly Surya, dan Gustav Anandhita sepakat bahwa AI adalah alat pendukung yang efisien, namun kendali kreatif tetap berada di tangan manusia.

Lukman Sardi menyoroti peran teknologi dalam memperkaya eksplorasi karakter bagi aktor, sementara Mouly Surya menekankan efisiensi AI dalam tahap pengembangan ide dan visualisasi konsep bagi sutradara.

Puncak festival juga dimeriahkan dengan peluncuran video musik berbasis AI untuk single terbaru Raim Laode yang berjudul "Dunia Yang Nanti." Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana fitur-fitur CapCut, mulai dari auto captions hingga audio enhancement, dapat diaplikasikan dalam karya profesional.

Eksplorasi Tanpa Batas di CapCut Poster Lab

Tidak hanya bagi para finalis, pengunjung di CGV Grand Indonesia juga dapat merasakan langsung pengalaman berkreasi melalui CapCut Poster Lab. Di sini, pengunjung bisa membuat poster film bergaya sinematik dari berbagai genre seperti horor, romansa, hingga sci-fi hanya dengan memanfaatkan fitur kreatif di aplikasi CapCut.

Sebagai bentuk komitmen terhadap keamanan digital, CapCut juga menerapkan langkah transparansi seperti invisible watermarks dan Kredensial Konten dari C2PA. Hal ini bertujuan agar para kreator dapat terus berinovasi secara bertanggung jawab di era digital yang semakin berkembang.

Informasi Tambahan: CapCut kini tersedia di berbagai platform mulai dari web, desktop, hingga perangkat seluler (Android & iOS), memungkinkan fleksibilitas penuh bagi kreator untuk berkarya di mana saja.

(Z-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |