Cara Membangun Kepercayaan Diri Anak Disleksia

5 days ago 3
Cara Membangun Kepercayaan Diri Anak Disleksia Cara Membangun Kepercayaan Diri Anak Disleksia.(Dok. Magnific)

KESULITAN akademik pada anak dengan disleksia bukan merupakan cerminan kemampuan intelektual mereka, melainkan tantangan dalam proses belajar yang membutuhkan dukungan lingkungan tepat untuk menjaga kepercayaan diri. Hal ini ditegaskan oleh Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI, Farid Agung Rahmadi, dalam seminar media bertajuk “Disleksia pada Anak”, Selasa (15/9).

Farid menjelaskan bahwa lingkungan, baik keluarga maupun sekolah, menjadi faktor penentu utama dalam perkembangan mental anak disleksia. Tanpa intervensi yang sesuai, anak berisiko mengalami penurunan kepercayaan diri akibat penilaian lingkungan yang tidak memahami kebutuhan khusus mereka.

“Ketika anak mendapatkan intervensi yang tepat dari lingkungannya, baik dari sisi medis maupun dari sisi pembelajaran di sekolah maupun di rumah, anak akan mendapatkan hasil yang baik sehingga kepercayaan dirinya akan naik juga,” ujar Farid.

Dukungan tersebut sangat krusial karena anak dengan gangguan belajar spesifik memerlukan pendekatan yang berbeda. Dengan metode pembelajaran yang disesuaikan, anak dapat mengikuti proses pendidikan tanpa merasa tertinggal jauh dari teman sebayanya, yang secara langsung berdampak positif pada citra diri mereka.

Di sektor formal, Farid menekankan pentingnya sekolah yang lebih responsif melalui penguatan pendidikan inklusif. Ia menyoroti perlunya peningkatan kompetensi guru dalam mendampingi anak dengan gangguan belajar, serta kehadiran guru pendamping di kelas umum agar kebutuhan khusus anak tetap terpenuhi tanpa harus memisahkan mereka dari lingkungan sosialnya.

Selain aspek akademik, respons emosional lingkungan terhadap kesulitan belajar anak juga menjadi sorotan. Farid memperingatkan agar lingkungan tidak memberikan label negatif atau penilaian menyakitkan yang dapat menghancurkan mental anak.

Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa membangun kepercayaan diri anak disleksia adalah kerja kolaboratif. Sinergi antara dukungan keluarga, kesiapan sekolah, intervensi medis yang tepat, serta lingkungan yang bebas stigma menjadi kunci utama agar anak dapat berkembang optimal sesuai potensi yang mereka miliki. (Z-10)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |