Cara Mencukur Bulu Kemaluan yang Aman agar tidak Iritasi dan Ingrown Hair

6 days ago 3
Cara Mencukur Bulu Kemaluan yang Aman agar tidak Iritasi dan Ingrown Hair Berikut Bulu Kemaluan(magnifik)

BULU kemaluan sering dianggap mengganggu sehingga sebagian orang memilih mencukurnya sampai benar-benar bersih. Padahal, menghilangkan seluruh bulu kemaluan bukan merupakan keharusan dari sisi kesehatan maupun kebersihan. Cara perawatannya justru perlu diperhatikan agar kulit di area sensitif tersebut tidak mengalami iritasi atau luka.

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyebutkan bahwa tidak ada alasan medis atau higienis yang mengharuskan seseorang menghilangkan seluruh bulu kemaluan. Pilihan untuk memangkas atau menghilangkannya merupakan keputusan pribadi. Namun, beberapa metode penghilangan bulu dapat meningkatkan risiko cedera maupun infeksi.  

Salah satu masalah yang cukup sering muncul setelah mencukur adalah iritasi kulit. American Academy of Dermatology (AAD) menjelaskan bahwa mencukur terlalu sering dapat menyebabkan iritasi, luka kecil, razor burn, hingga rambut tumbuh ke dalam atau ingrown hair. Kondisi tersebut dapat membuat kulit terasa gatal, perih, kemerahan, bahkan menimbulkan benjolan.  

Risiko tersebut juga berkaitan dengan karakteristik rambut kemaluan yang cenderung lebih kasar dan keriting. Setelah dipotong sangat pendek, rambut dapat tumbuh kembali ke arah kulit sehingga memicu ingrown hair. Cleveland Clinic menyebutkan bahwa rambut tumbuh ke dalam dapat terasa gatal atau nyeri dan cukup umum terjadi pada area kemaluan setelah proses pencukuran, pencabutan, maupun waxing.  

Selain itu, mencukur terlalu dekat dengan permukaan kulit dapat menyebabkan luka kecil yang tidak selalu terlihat. ACOG menyarankan trimming atau memangkas rambut sebagai pilihan yang lebih aman karena metode tersebut tidak memotong rambut terlalu dekat dengan kulit. Risiko luka dan infeksi pun dapat lebih rendah dibandingkan mencukur hingga benar-benar licin.  

Bukan berarti seseorang tidak boleh mencukur bulu kemaluan sama sekali. Jika tetap ingin melakukannya, kebersihan alat dan teknik pencukuran menjadi hal penting. AAD menyarankan membasahi kulit dan rambut terlebih dahulu, menggunakan krim atau gel cukur, serta menghindari tekanan berlebihan saat menggunakan pisau cukur.  

Penggunaan pisau cukur yang tajam dan bersih juga dapat membantu mengurangi risiko masalah kulit. Cleveland Clinic menyarankan menggunakan pisau cukur yang tajam, tidak menekan terlalu kuat, serta menggunakan gel atau krim cukur ketika menangani area kemaluan untuk membantu mengurangi gesekan dan iritasi.  

Jika setelah mencukur muncul benjolan bernanah, nyeri yang semakin berat, kemerahan yang meluas, atau keluhan tidak kunjung membaik, sebaiknya pemeriksaan dilakukan oleh dokter. Folikulitis, misalnya, dapat muncul ketika folikel rambut mengalami peradangan atau infeksi dan salah satu pemicunya adalah mencukur.  

Pada akhirnya, menjaga kebersihan area kemaluan tidak berarti harus menghilangkan seluruh rambut. Memangkasnya secara berkala atau membiarkannya tumbuh juga merupakan pilihan yang normal. Yang lebih penting adalah menjaga kebersihan, menghindari teknik yang dapat melukai kulit, dan memilih metode perawatan yang sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing.

Sumber: American Academy of Dermatology (AAD)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |