Cegah Bayi Tertukar di RS, Dokter Sarankan Empat Hal Ini

4 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Himpunan Fasyankes Dokter Indonesia (HIFDI) menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden yang dialami Nina Saleha (27), seorang ibu yang bayinya hampir tertukar di RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung. Peristiwa tersebut dinilai bukan sekedar hanya masalah administrasi biasa, melainkan pembelajaran penting bagi seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

Wakil Sekretaris Jenderal HIFDI dr Jamaluddin Lukman mengatakan keselamatan pasien merupakan pilar mendasar dalam pelayanan medis. Tanpa aspek tersebut, kata dia, kecanggihan maupun kemegahan rumah sakit tidak memiliki arti.

"Sebagai tenaga medis dan juga sebagai seorang ayah, saya sangat bisa merasakan bagaimana kepanikan yang dialami oleh keluarga saat itu. Oleh karenanya kami harapkan adanya kolaborasi proaktif terkait keselamatan pasien dari pasien itu sendiri dan juga evaluasi bagi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia," kata dr Jamaluddin saat dihubungi Republika, Jumat (10/4/2026).

Untuk mencegah insiden serupa, dr Jamaluddin mengungkap beberapa hal yang perlu dilakukan orang tua dalam 24 jam pertama setelah kelahiran, sebagai berikut:

1. Perhatikan tanda lahir

Menurut dr Jamaluddin, penting bagi orang tua untuk mengenali tanda lahir bayi secara detail sejak awal. Tanda ini bisa berupa bercak kebiruan atau kemerahan di punggung, pantat, kaki, maupun bagian tubuh lainnya, termasuk bintik putih di hidung yang sudah ada sejak lahir. 

2. Perhatikan bentuk tubuh bayi

Dokter Jamaluddin mengimbau orang tua untuk memperhatikan karakteristik fisik lain seperti bentuk kepala, terutama pada bayi yang lahir normal, karena dipengaruhi bentuk panggul ibu. Selain itu, bentuk telinga dan pusaran rambut di kepala juga dapat menjadi ciri khas yang membantu mengenali bayi.

3. Foto dan video bayi

Dokter Jamaluddin menyarankan orang tua untuk mengambil foto dan video close-up bayi sesaat setelah lahir. Dokumentasi ini sangat penting sebagai bukti objektif, terutama jika bayi dipindahkan untuk tindakan medis seperti terapi sinar kuning yang dapat menyebabkan perubahan warna kulit.

4. Selalu cek nomor gelang

Orang tua juga disarankan untuk rutin memeriksa kecocokan nomor gelang bayi. dr Jalamuddin menegaskan bahwa gelang tersebut bukan sekadar aksesori, melainkan bagian dari standar keselamatan pasien terkait ketepatan identifikasi, yang memuat nama ibu dan nomor rekam medis.

"Gelang wajib dicocokkan setiap kali bayi dipindahkan, menjalani tindakan, maupun saat akan dipulangkan," kata dr Jamaluddin.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |