MUI Soroti Potensi Pengkhianatan Gencatan Senjata AS-Iran

2 hours ago 4

Asap mengepul setelah serangan udara Israel menargetkan pinggiran selatan Beirut, Dahiyeh, Lebanon 8 April 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyambut baik prakarsa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi oleh Pakistan. MUI juga menyoroti potensi pengkhianatan terselubung atas kesepakatan tersebut serta potensi adu domba negara-negara Muslim pada musim haji.

"MUI memandang potensi pengkhianatan terhadap kesepakatan tetap ada," kata Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim kepada Republika, Kamis.

Sudarnoto menyampaikan, sejarah hubungan internasional menunjukkan pelanggaran terhadap perjanjian dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti penafsiran sepihak atas isi kesepakatan, keterlambatan atau penghindaran implementasi komitmen, hingga tindakan terselubung yang bertentangan dengan semangat perdamaian.

Oleh karena itu, menurutnya, diperlukan mekanisme pengawasan internasional yang kuat serta komitmen moral dan politik yang sungguh-sungguh dari kedua belah pihak agar kesepakatan ini tidak hanya bersifat simbolik, tetapi benar-benar efektif.

Sudarnoto menegaskan, mekanisme pengawasan ini sangat penting untuk menghindari upaya Amerika Serikat dan Israel memecah belah umat Islam. Dalam konteks ini, ia menerangkan pelaksanaan haji tahun ini harus dijamin keamanan dan ketertibannya serta steril dari agitasi pihak mana pun.

"Amerika Serikat dan Israel bisa saja memanfaatkan momen ini (musim haji) untuk memecah belah dan mengadu domba sebagai bagian dari pengkhianatan terhadap kesepakatan," ujarnya.

MUI juga menegaskan gencatan senjata ini harus menjadi momentum untuk mendorong penghentian seluruh bentuk agresi dan kekerasan di kawasan lain, khususnya yang dilakukan oleh Israel di Gaza, Tepi Barat, dan Lebanon. Tidak dapat diterima bahwa upaya perdamaian di satu sisi berjalan, sementara penindasan dan kekerasan terus berlangsung di sisi lain.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |