Cetak Talenta Digital dari Sekolah, Komdigi Gelar Kompetisi Hosting

6 days ago 4
Cetak Talenta Digital dari Sekolah, Komdigi Gelar Kompetisi Hosting Ilustrasi(Dok Istimewa)

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan 12 juta talenta digital pada tahun 2030. Namun, saat ini, ketersediaan talenta digital berada di angka 9,3 juta. Sehingga, setiap tahun, Komdigi menargetkan untuk mencetak talenta digital di angka 450 ribu per tahun.

Hal ini tentunya menjadi tantangan besar. Kondisi ini menegaskan bahwa pengembangan talenta digital bukan lagi pilihan, melainkan sebuah gerakan strategis nasional untuk menjaga daya saing ekonomi Indonesia di era digital.

Menjawab kebutuhan tersebut, Ngalup.co dipercaya sebagai mitra penyelenggara Jagoan Hosting Innovation Competition (JHIC) 2026. Program yang diinisiasi oleh Jagoan Hosting dan didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Melalui JHIC, Ngalup.co menghadirkan ruang pembelajaran berbasis proyek bagi pelajar SMA/SMK sederajat untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan teknologi, dan kemampuan problem solving. Tahun ini, JHIC memperluas fokus dari infrastruktur digital menjadi inovasi digital yang lebih inklusif, sehingga terbuka bagi peserta dari berbagai latar belakang, termasuk mereka yang tidak memiliki dasar teknologi informasi.

“JHIC kami rancang bukan sekadar sebagai kompetisi, tetapi sebagai ruang belajar yang mempertemukan peserta dengan tantangan dan kebutuhan nyata di dunia digital. Kami ingin peserta berani mengembangkan ide, menguji solusi, sekaligus mendapatkan pengalaman yang relevan dengan kebutuhan industri,” kata General Manager Jagoan Hosting, Andy Novianto..

JHIC 2026 menghadirkan sejumlah kategori, di antaranya Web Development dan Digital Business Challenge, yang mendorong peserta mengembangkan website sekolah maupun solusi digital berbasis aplikasi untuk berbagai sektor. Seperti karier, keuangan, pariwisata, dan kesehatan. Selain itu, terdapat Penggerak Inovasi Digital, yang memberikan apresiasi kepada guru dan tenaga pendidik yang memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran.

Berkaca dari tahun sebelumnya, JHIC telah melibatkan lebih dari 1.000 peserta dari berbagai sekolah di pulau Jawa, Sulawesi, Sumatera hingga Kalimantan.. Pada penyelenggaraan 2025, sebanyak 185 siswa SMK dari 30 tim finalis berkompetisi di tingkat nasional dengan membangun website sekolah berbasis teknologi cloud. Capaian tersebut menjadi pijakan bagi penyelenggaraan JHIC 2026 untuk memperluas akses dan memberikan pengalaman pengembangan talenta digital yang lebih inklusif.

“Melalui JHIC, kami ingin memastikan bahwa kesempatan untuk belajar dan berinovasi di bidang digital tidak hanya terbuka bagi mereka yang sudah memiliki kemampuan teknis. Ide, kreativitas, dan kemampuan melihat masalah juga merupakan bagian penting dari talenta digital,” ujar Irfan.

Selain mendorong pengembangan talenta digital muda, rangkaian kegiatan JHIC 2026 juga menjadi momentum untuk memperkenalkan pemanfaatan teknologi dalam mendukung pengembangan kompetensi tenaga pendidik. Salah satunya melalui Winasis, Learning Management System (LMS) yang dikembangkan Jagoan Hosting untuk mendukung kebutuhan pelatihan dan sertifikasi guru, khususnya guru SMA/SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, sekitar 4.600 Kepala Sekolah dan Guru di seluruh DIY berkesempatan mencoba langsung Winasis. Platform ini nantinya akan dikelola oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY sebagai salah satu upaya memperluas akses terhadap pembelajaran dan pengembangan kompetensi guru secara lebih fleksibel.

“Winasis adalah Learning Management System (LMS) yang merupakan hasil kerjasama Dikpora Jogja, Jagoan Hosting & Ngalup untuk digitalisasi & peningkatan kualitas pendidikan & guru se- DIY. Harapannya, Winasis dapat menjadi salah satu solusi untuk memperluas akses guru terhadap pembelajaran dan pengembangan kompetensi secara lebih fleksibel,” kata Andy.

Menurut Andy, pengembangan talenta digital perlu dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya menyasar peserta didik. Penguatan kompetensi guru juga menjadi bagian penting karena guru memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“JHIC tidak hanya tentang menghasilkan pemenang. Kami ingin membangun pengalaman yang membuat peserta lebih siap menghadapi dunia digital melalui pelatihan, mentoring, proyek nyata, dan kesempatan untuk mengenal ekosistem industri. Di sisi lain, melalui Winasis, kami juga melihat pentingnya memperkuat kapasitas pendidik sebagai bagian dari ekosistem tersebut,” ujar Andy.

Rangkaian JHIC 2026 dimulai dari tahap registrasi pada 19 Juni hingga 14 Agustus 2026, dilanjutkan dengan Kickoff dan Preliminary pada 12 September 2026 di Yogyakarta, bootcamp intensif, hingga tahap final pada 17 Oktober 2026. Roadshow JHIC juga digelar di sejumlah kota, termasuk Semarang, Yogyakarta, Solo, Purwokerto, Surabaya, dan wilayah lain di Jawa Timur.

Melalui pelaksanaan JHIC 2026, Ngalup.co bersama Jagoan Hosting mendorong kolaborasi antara industri, dunia pendidikan, dan pemerintah untuk menciptakan akses pengembangan kompetensi yang lebih luas. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem talenta digital Indonesia, mulai dari pendidik hingga generasi muda yang akan menjadi bagian dari transformasi digital di masa depan.(H-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |