Cianjur Kembangankan Padi Organik, Upaya Diversifikasi Tingkatkan Produktivitas Hasil Pertanian

4 weeks ago 16
Cianjur Kembangankan Padi Organik, Upaya Diversifikasi Tingkatkan Produktivitas Hasil Pertanian Panen padi organik di Kabupaten Cianjur. Petani di Cianjur terus mengembangkan padi organik karena produktivitasnya yang lebih tinggi dibanding bukan organik.(MI/BENNY BASTIANDY)

SEBAGAI daerah agraris, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terus mengembangkan sektor pertanian melalui upaya intensifikasi maupun diversifikasi. Salah satunya dilakukan dengan mendorong pengembangan padi organik dengan pertimbangan produktivitas yang relatif cukup tinggi dibanding anorganik.

Kepala Bidang Prasarana Sarana dan Fasilitas Penyuluh Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Cianjur, Inna Ratna Sofia, mengatakan saat ini pengembangan padi organik baru sebatas percontohan atau demonstrasi plot (demplot). Ada lima lokasi yang dipilih sebagai demplot padi organik yakni Kecamatan Warungkondang, Cilaku, Cibeber, Karangtengah, dan Cianjur.

"Sampai saat ini masih demplot atau percontohan. Jadi, demplot padi organik ini dikelola kelompok tani, masing-masing 5 ribu meter persegi atau setengah hektare," katanya, Minggu (23/8).

Dia menyebut, produksi gabah atau padi yang dihasilkan secara organik menunjukkan hasil yang cenderung meningkat. Per 1 hektare lahan sawah bisa menghasilkan rata-rata 8 ton gabah.

"Ini bisa dibilang keberhasilan karena biasanya kalau pakai pupuk kimia produktivitasnya hanya 5-6 ton per hektare," tuturnya.

Indeks panen padi organik relatid cukup sama dengan anorganik. Hanya yang membedakannya cara perlakuan pada proses pemupukan.

"Padi organik juga tergantung ketersediaan air. Jadi, indeks panennya bisa dua atau tiga kali," ungkap dia.


RENTAN SERANGAN HAMA


Inna menuturkan, pada tahap awal penanaman, padi organik cenderung rentan terserang hama atau organisme pengganggu tanaman (OPT). Namun potensi serangan OPT bisa dicegah dengan pestisida alami yang bisa diracik sendiri.

"Kalau soal ancaman kekeringan, sama saja. Tetap padi organik juga membutuhkan pasokan air," jelasnya.

Karena itu, sebutnya, pola tanam padi organik harus tetap diperhatikan para petani. Artinya, kalau tepat penghitungan masa panennya, maka sangat kecil kemungkinan mengalami kegagalan saat memasuki musim kemarau.

"Jadi, inti padi organik itu lebih kepada perlakuan, terutama penggunaan pupuk. Secara ekonomis, tentu padi organik ini lebih menguntungkan karena produktivitasnya cukup tinggi. Ini kan pasti berdampak terhadap penghasilan para petani. Hanya memang padi organik ini butuh perawatan ekstra. Butuh ketelatenan," pungkasnya.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |