Cip makin Mahal, Elon Musk dan Tim Cook Kompak Beri Peringatan

5 days ago 3
Cip makin Mahal, Elon Musk dan Tim Cook Kompak Beri Peringatan Elon Musk.(Al Jazeera)

KETIKA dua pemimpin perusahaan paling bernilai di dunia secara independen menggunakan bahasa yang sama untuk menggambarkan kondisi ekonomi, hal tersebut patut menjadi perhatian serius. Itulah yang terjadi sepanjang musim panas ini. Peringatan tersebut kini terdengar semakin nyaring.

Tim Cook, yang memimpin Apple selama 15 tahun sebelum mengundurkan diri musim gugur ini, dan Elon Musk, bos Tesla serta SpaceX, jarang sepakat di depan publik. Namun kali ini, penilaian mereka hampir serupa kata demi kata didukung oleh data yang memperkuat alarm bahaya tersebut.

Peringatan Banjir Seratus Tahun Tim Cook

Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal pada Juni lalu, Cook--yang saat itu masih menjabat CEO Apple--menyatakan bahwa lonjakan biaya cip memori dan penyimpanan tidak seperti yang pernah ia temui selama beberapa dekade.

"Ini adalah banjir seratus tahun (hundred-year flood)," ujar Cook. "Saya belum pernah melihat yang seperti ini di bidang apa pun selama lebih dari 40 tahun."

Peringatan ini muncul saat Apple bersiap menaikkan harga di seluruh lini produknya untuk mengimbangi biaya cip yang melonjak tajam pada iPhone, Mac, dan iPad. Cook menyebut situasi ini tidak berkelanjutan meskipun Apple berupaya melindungi pelanggan dari kenaikan harga. "Sayangnya, kenaikan harga tidak dapat dihindari," tambahnya.

Penyebab utamanya adalah perebutan cip memori yang belum pernah terjadi dipicu oleh pusat data AI. Cook mengaitkan kekurangan ini langsung dengan nafsu perusahaan AI terhadap komponen yang sama yang dibutuhkan Apple untuk perangkat konsumen.

Cook kini beralih peran menjadi Executive Chairman setelah menyerahkan kursi CEO kepada John Ternus pada 1 September lalu. Komentar mengenai 'banjir seratus tahun' ini menjadi salah satu pernyataan terakhirnya sebagai pimpinan tertinggi perusahaan.

Elon Musk Mendukung Peringatan Tersebut

Elon Musk tidak menunggu lama untuk memberikan tanggapan. Ia mengutip langsung komentar Cook di platform X dan menambahkan pandangannya sendiri. "Loncatan harga terbesar dalam apa pun yang pernah saya lihat juga," tulis Musk sebagaimana dilaporkan Yahoo Finance.

Sebagai seseorang yang mengelola manufaktur mobil dan roket melalui gejolak rantai pasok selama bertahun-tahun, komentar Musk memiliki bobot yang signifikan. Ia juga membagikan artikel berjudul The Data-Center Boom Is Sparking a Third Wave of Inflation yang berargumen bahwa pembangunan infrastruktur AI di Amerika mendorong kenaikan harga mulai dari ponsel pintar hingga listrik.

Data pendukung menunjukkan harga cip memori dan penyimpanan meningkat empat kali lipat selama tiga kuartal terakhir. Produsen cip lebih memprioritaskan memori high-bandwidth untuk server AI daripada elektronik konsumen. Hal ini membuat produsen cip seperti Micron meraup margin bruto hingga 84,9%, sementara produsen perangkat terjepit.

Dampak pada Konsumen dan Investor

Apple mulai bertindak dengan menaikkan harga lini MacBook dan iPad antara Rp1,5 juta hingga Rp4,5 juta (kurs estimasi). Langkah ini juga diikuti oleh produsen lain seperti HP, Dell, dan Nintendo. Analis memperkirakan harga iPhone generasi mendatang bisa melonjak lebih dari Rp3 juta, mendorong harga model Pro menuju kisaran Rp20 juta (US$1.299).

Catatan untuk Investor: Pesan mendalam dari fenomena ini bukan sekadar soal harga laptop atau ponsel. Ini tentang pengeluaran infrastruktur AI mulai merembes ke harga konsumen sehari-hari dengan cara yang mungkin belum tertangkap sepenuhnya oleh angka inflasi utama.

Risiko ini semakin diperparah oleh tekanan konflik di Timur Tengah yang menjaga harga energi tetap tinggi. BlackRock memperkirakan konflik tersebut dapat menambah sekitar 0,8 poin persentase pada inflasi global.

Ketika para eksekutif di balik dua rantai pasok paling canggih di dunia membandingkan situasi saat ini dengan 'banjir seratus tahun', hal itu layak ditanggapi dengan serius daripada sekadar dianggap sebagai keluhan korporasi rutin. (TheStreet/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |