Cuaca ekstrem yang terjadi di berbagai daerah menyebabkan harga komoditas cabai merah dan daging ayam di sejumlah pedagang pasar Cukurubuk, Pancasila mengalami kenaikan cukup signifikan, karena banyak lahan gagal panen hingga harga pakan merangkak naik.(MI/KRISTIADI)
Cuaca ekstrem yang melanda berbagai daerah di Indonesia mulai berdampak serius pada stabilitas harga pangan. Komoditas cabai merah hingga daging ayam di pasar tradisional dilaporkan merangkak naik secara signifikan akibat minimnya pasokan dari tingkat petani yang mengalami gagal panen.
Kondisi ini salah satunya terpantau di Pasar Cikurubuk, Tasikmalaya. Darwan (52), salah seorang pedagang cabai, mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem telah menyebabkan produksi di tingkat petani menurun drastis. Banyak lahan cabai yang rusak selama musim kemarau, sehingga pasokan ke pasar menjadi sangat terbatas.
"Permintaan cabai cukup tinggi, namun pasokan terbatas karena banyak petani gagal panen. Cuaca ekstrem sangat berpengaruh pada hasil produksi, apalagi lahan cabai mulai terserang penyakit seperti hama kutu kebul dan patek," ujar Darwan pada Minggu (13/9/2026).
Menurut Darwan, kenaikan harga di wilayah Priangan Timur ini sudah terjadi sejak beberapa pekan terakhir. Ketidakseimbangan antara permintaan pembeli dan stok yang tersedia membuat harga terus melonjak, yang pada akhirnya menurunkan omzet penjualan para pedagang.
Daftar Kenaikan Harga Komoditas
Berdasarkan pantauan di lapangan, berikut adalah rincian harga sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan:
| Cabai Merah TW | Rp90.000 |
| Cabai Merah / Rawit Merah | Rp80.000 |
| Cabai Keriting | Rp60.000 |
| Cabai Keriting Hijau | Rp45.000 |
| Daging Ayam | Rp42.000 (sebelumnya Rp32.000 - Rp38.000) |
| Ikan Mujaer | Rp35.000 (sebelumnya Rp32.000) |
Kepala UPT Pasar Cikurubuk, Deri Herlisana, membenarkan adanya tren kenaikan harga ini. Ia menyebutkan bahwa selain cabai dan daging, beberapa kebutuhan pokok lainnya juga bertahan di harga yang cukup tinggi.
"Bawang merah Brebes dijual Rp55 ribu, bawang putih Rp45 ribu, minyak goreng curah Rp22 ribu per kg, dan Minyakita Rp21 ribu per liter. Sementara beras kualitas premium berkisar antara Rp13.500 hingga Rp16.000 per kg," jelas Deri.
Pihak pengelola pasar menilai cuaca ekstrem menjadi faktor utama yang mengganggu rantai pasok. Serangan hama seperti kutu kebul dan patek pada tanaman cabai memperparah kondisi gagal panen di tingkat produsen, yang berdampak langsung pada harga eceran di pasar tradisional.


















































