Bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Klaten.(MI/Djoko Sarjono)
BANTUAN air bersih 848 tangki setara 4.236.000 liter telah terdistribusi ke daerah kekeringan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kekeringan dampak fenomena El Nino di Kabupaten Bersinar tahun ini melanda 11 desa di lima kecamatan.
Sementara itu, sebanyak 5.023 kepala keluarga (KK) atau 16.994 jiwa merupakan penerima manfaat air bersih. Penyaluran bantuan air kepada warga terdampak kekeringan kemarau ini dilaksanakan mulai 15 Juni 2026.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Anjung Daroji, mengungkapkan bahwa 11 desa yang terdampak kekeringan ini tersebar di lima wilayah kecamatan.
Disebutkannya, lima kecamatan yang dilanda kekeringan kemarau ini, yaitu Kecamatan Kemalang meliputi 4 desa, Kecamatan Jatinom 1 desa, Kecamatan Cawas 2 desa, Kecamatan Bayat 3 desa, dan Kecamatan Wedi 1 desa.
“Kondisi kekeringan terparah dan menjadi langganan tetap tiap musim kemarau, adalah Desa Tlogowatu, Tegalmulyo, Kendalsari, dan Sidorejo di Kecamatan Kemalang,” kata Anjung Daroji, kepada Media Indonesia, Minggu (13/9).
Kemudian, daerah kekeringan lainnya Desa Bandungan di Kecamatan Jatinom, Desa Burikan dan Desa Bawak di Kecamatan Cawas, Desa Kaligayam di Kecamatan Wedi, serta Desa Wiro, Desa Jotangan, dan Desa Krikilan di Kecamatan Bayat.
“Hingga akhir pekan ini, sebanyak 5.023 KK atau 16.994 jiwa warga 11 desa terdampak kekeringan telah mendapat droping air bersih total 848 tangki setara 4.236.000 liter,” ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten. (JS/E-4)


















































