Warga dari orang tua dan anak-anak terjun ke sungai berburu ikan di Desa/Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes.(MI/Suparji)
DAMPAK musim kemarau, volume air di berbagai bendungan di daerah menyusut drastis sehingga pengelola menerapkan sistem gilir air untuk menjaga ketersediaan irigasi pertanian. Ratusan warga pun turun ke sungai untuk berburu ikan.
Seperti yang tampak di sungai atau irigasi di Desa Banjarharjo, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Selasa (28/7).
Dengan peralatan apa adanya, ratusan warga yang terdiri anak muda, anak-anak bahkan orang tua lanjut usia, turun ke sungai untuk berburu ikan dan udang serta hewan lainnya yang berada di dalam sungai yang sedang dikeringkan ini.
Seorang warga, Tarmah, 60, menuturkan, digilirnya pasokan air dari Waduk Malahayu melalui Bendung Nambo ini, baru pertama dilakukan pada musim kemarau ini. Dan warga sekitar mengambil kesempataan untuk turun ke sungai berburi ikan, udang dan jenis hewan lainnya yang ada di dalam sungai.
Menurut Tarmah, fenomena warga turun ke sungai untuk berburu ikan, udang dan hewan lainnya, sudah meupakan kebiasaan atau tradisi yang dilakukan mulai tempo dulu.
Berkurangnya suplai air di Bendungan Nambo ini sehingga sejumlah sungai atau irigasi harus digilir, merupakan permintaan dari pengelola Waduk Malahayu. Dimana Waduk Malahayu sendri masih berada di Desa Malahayu, Kecamnatan Banjaarharjo, Kabupaten Brebes. (JI/E-4)


















































