Dampak Kemarau Panjang di Sukabumi Terus Meluas

2 hours ago 5
Dampak Kemarau Panjang di Sukabumi Terus Meluas PENANGANAN KARHUTLA: Petugas gabungan memadamkan api pada kebakaran di lahan kebun jati seluas 1 hektare di Kampung Bojonggaling RT 01/01 Desa Bojonggaling Kecamatan Bantargadung, Selasa (28/7/2026).(MI/Benny Bastiandi)

DAMPAK kemarau panjang di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus meluas. Kasus kebakaran lahan dan hutan (karhutla) serta kekeringan pun turut bertambah.

Manager Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan seiring terus berlangsungnya kemarau, jumlah kejadian akibat dampak fenomena cuaca itu pun ikut bertambah. BPBD terus menerima laporan kasus karhutla dan kekeringan.

"Berdasarkan laporan dari lapangan, jumlah kasus karhutla bertambah menjadi 16 kejadian. Sedangkan kasus kekeringan dilaporkan sebanyak 12 kejadian," kata Daeng, Rabu (29/7). 

BPBD siap siaga menghadapi kondisi cuaca sekarang. Koordinasi antarelemen pun terus diintensifkan.

"Kami terus memantau perkembangan di lapangan. Potensinya cukup memungkinkan masih bisa terjadi," tuturnya.

Selain dampak kemarau, kurun sebulan terakhir terjadi juga bencana lainnya. Antara lain cuaca ekstrem, gempa bumi, dan tanah longsor.

"Kurun sebulan terakhir terjadi dua kali cuaca ekstrem, satu kali gempa bumi, dan satu kali tanah longsor," tutur Daeng.

Daeng mengingatkan masyarakat terhadap meningkatnya potensi dampak kemarau panjang. Terutama upaya preventif terhadap potensi karhutla dan kekeringan atau krisis air bersih.

"Kalau terjadi dampak kemarau, segera laporkan supaya kami cepat menanganinya," pungkas Daeng. (BB/E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |