Danantara Pastikan Handover KCIC ke Kemenkeu Tetap Berjalan

6 days ago 3
Danantara Pastikan Handover KCIC ke Kemenkeu Tetap Berjalan ilustrasi(Antara)

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, memastikan proses pengambilalihan pengelolaan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tetap berjalan sesuai rencana. Ia menegaskan pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara tidak akan mengganggu proses yang tengah berlangsung.

Rosan, yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi, menyatakan telah menjalin komunikasi dengan Suahasil Nazara untuk memastikan kesinambungan program-program strategis, termasuk pekerjaan yang belum tuntas.

"Saya rasa tidak akan masalah karena pergantian. Tadi sempat bicara dengan Pak Suahasil, semua program-program yang masih berjalan atau outstanding kita akan segera duduk bareng," ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (14/9).

Koordinasi Cepat Antarlembaga

Rosan mengungkapkan bahwa dirinya dan Suahasil telah menjadwalkan pertemuan tatap muka pada Kamis atau Jumat pekan ini. Pertemuan tersebut bertujuan membahas berbagai agenda krusial yang berkaitan dengan Danantara serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi.

Menurutnya, Suahasil merespons cepat untuk menindaklanjuti berbagai agenda transisi ini. "Beliau juga bergerak cepat, jadi kita akan bertemu langsung dengan beliau," imbuhnya.

Target Serah Terima KCIC

Terkait jadwal serah terima (handover) pengelolaan KCIC yang sebelumnya ditargetkan pada Selasa, 15 September 2026, Rosan memastikan tim teknis terus bekerja keras di lapangan. Meski demikian, ia belum memberikan kepastian apakah proses tersebut akan selesai tepat pada tanggal tersebut atau mengalami sedikit pergeseran jadwal.

"Tim langsung tetap bekerja. Mudah-mudahan sih minggu ini bisa beres semua," kata Rosan.

Sebelumnya, mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat menyatakan bahwa Kemenkeu dijadwalkan menerima pengelolaan Whoosh pada 15 September, dengan skema pengelolaan yang saat itu masih dalam tahap pengkajian mendalam.

Proses pengalihan ini merupakan bagian dari penataan aset strategis negara di bawah koordinasi Danantara dan Kementerian Keuangan untuk mengoptimalkan operasional kereta cepat pertama di Asia Tenggara tersebut. (Ant/E-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |