Dari Turnamen ke Bisnis Digital, Anak Muda Manfaatkan Pertumbuhan Industri Gim

3 weeks ago 37
Dari Turnamen ke Bisnis Digital, Anak Muda Manfaatkan Pertumbuhan Industri Gim Ilustrasi(Dok Istimewa)

PERKEMBANGAN industri gim dan ekosistem digital di Indonesia kini tidak hanya menciptakan peluang bagi pemain profesional dan kreator konten, tetapi juga membuka ruang bisnis baru di bidang layanan digital, pemasaran, produksi konten, hingga jasa pendukung bagi brand dan tim esports.

Fenomena itu mendorong pengusaha muda asal Medan, Muhammad Bahtera Fajri, membangun Bossdiamond, bisnis layanan top up gim yang juga mengembangkan jasa pendukung di ekosistem gaming. Fajri mengatakan Bossdiamond lahir dari keinginan membangun kembali bisnis dengan semangat dan fondasi yang berbeda dari usaha sebelumnya. "Bahtera itu versi lama, tujuan dan semangatnya sudah pudar. Bossdiamond lahir dengan semangat yang baru dan membara," ujarnya, Kamis (27/8/2026).

Bossdiamond melayani pengisian diamond dan item untuk gim populer seperti Mobile Legends, Free Fire, dan Valorant selama 24 jam. Selain top up, bisnis tersebut kini mulai menggarap pengelolaan media sosial, photoshoot bertema gaming, serta kebutuhan lain yang berkaitan dengan industri gim.

Menurut Fajri, perluasan layanan tersebut mengikuti kebutuhan brand game, tim esports, dan kreator yang membutuhkan mitra yang memahami karakter serta bahasa komunitas gaming. Pengalamannya sebagai pemain turnamen, pembuat konten, penyelenggara acara hingga pedagang menjadi modal dalam mengembangkan bisnis.

Meski masih berada dalam tahap awal, Fajri menyebut Bossdiamond kini memiliki tim yang lebih matang dan solid. Jika sebelumnya sebagian besar pekerjaan dilakukan sendiri, kini pembagian kerja sudah lebih jelas dengan dukungan kantor dan sumber daya yang lebih siap.
Fajri juga menargetkan Bossdiamond tidak berhenti di pasar lokal dan mulai membuka peluang untuk menjangkau pasar luar negeri. Menurutnya, perkembangan ekosistem gaming menunjukkan industri gim nasional semakin jauh melampaui aktivitas bermain dan kompetisi esports.

Perjalanan Fajri membangun bisnis juga dimulai dari kondisi ekonomi keluarga yang sederhana. Sejak kelas tiga SMK, ia rutin mengikuti turnamen gim dan menggunakan hadiah yang diperoleh untuk membayar biaya sekolah. "Saya lahir dari keluarga sederhana. Jadi semasa kecil, kehidupan saya tidak bergelimang harta," katanya.

Dari turnamen, ia kemudian membangun Bahtera TV yang berkembang jadi penyelenggara kompetisi gim. Pengalaman berinteraksi dengan brand game selanjutnya membawanya masuk ke bisnis top up, yang dimulai sebagai reseller dengan modal Rp100 ribu hingga mendirikan Bahtera Store. Usahanya sempat kolaps setelah mengalami kerugian ratusan juta rupiah akibat persoalan dengan pemasok. Ia bahkan harus menjual perabot rumah untuk bertahan. "Uangku hilang bahkan hingga 1 perak pun aku nggak ada duit," ucapnya.

Kepercayaan klien lama kemudian membantunya bangkit hingga bisnisnya berkembang. Pengalaman tersebut kini menjadi bekal Fajri membangun Bossdiamond dengan tim lebih solid dan visi memperluas bisnis gaming Indonesia ke pasar lebih luas.

Perjalanan itu sekaligus menunjukkan pertumbuhan industri gim nasional mulai menciptakan rantai ekonomi baru, dari layanan digital dan kreator hingga penyelenggaraan event dan jasa pendukung, sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha muda untuk membangun bisnis berbasis ekosistem gaming. (H-2)
 

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |