Darurat Kecurangan Seleksi Mandiri, Forum Wakil Rektor PTN Susun Mitigasi

3 days ago 3
Darurat Kecurangan Seleksi Mandiri, Forum Wakil Rektor PTN Susun Mitigasi Forum Rektor Bidang Akademik Perguruan Tinggi Negeri di Makassar.(Dok. MI/Lina)

ISU kecurangan dalam penerimaan mahasiswa baru (maba) kembali menjadi perhatian serius Forum Wakil Rektor Bidang Akademik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia. Hal ini mencuat pasca-operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Prof. Akhmad Sodiq.

Dalam pertemuan yang melibatkan 75 PTN di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (17/9), para Wakil Rektor Bidang Akademik menyepakati bahwa integritas seleksi masuk harus menjadi prioritas utama. Fokus utama diarahkan pada pembenahan jalur mandiri dan Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT).

Wakil Rektor I Universitas Hasanuddin, Prof. Ruslin, mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut menghasilkan empat isu krusial, dengan integritas seleksi sebagai poin paling mendesak. Ia menegaskan bahwa praktik kecurangan saat ini telah masuk ke ranah pidana.

"Kecurangan di jalur mandiri dan UTBK bukan lagi sekadar dugaan. Kami sudah sampai pada tahap pelaporan ke aparat penegak hukum (APH), seperti yang terjadi di UNESA dan Unsoed. Ini sudah masuk unsur pidana," tegas Prof. Ruslin.

Sebagai bentuk evaluasi, ia mencontohkan pelaksanaan SNBT/UTBK 2026 lalu. Untuk program studi kedokteran dan kedokteran gigi yang rawan kecurangan, jadwal ujian sengaja diplot pada hari pertama dan kedua tanpa sosialisasi publik. Strategi senyap ini diklaim berhasil mengurangi celah kecurangan, meskipun berdampak pada adanya kursi kosong akibat peserta yang tidak hadir.

Mitigasi Berbasis Teknologi dan Sinergi

Forum ini juga menyoroti pentingnya mitigasi berbasis teknologi untuk menutup celah kecurangan. Salah satu praktik baik (best practice) yang mulai diterapkan adalah penggunaan teknologi face recognition dalam proses verifikasi peserta seleksi.

"Ini salah satu mitigasi, tapi belum seragam di semua PTN. Kami ingin bertemu supaya sama-sama memakai sistem yang lebih baik untuk mengurangi kecurangan," jelas Prof. Ruslin.

Senada dengan hal tersebut, Prof. Imam Santoso dari Universitas Brawijaya menekankan bahwa integritas adalah kunci penguatan akademik. Menurutnya, proses seleksi yang bersih akan menghasilkan mahasiswa berkualitas yang mampu lulus tepat waktu, sehingga meningkatkan efisiensi edukasi.

Selain masalah integritas, forum membahas beberapa poin teknis lainnya, antara lain:

  • Indikator Kinerja Utama (IKU) terkait student success.
  • Proporsi daya tampung antara jalur SNBP, SNBT, dan Mandiri.
  • Standar kompetensi lulusan dan bobot penilaian.
  • Klasterisasi bidang ilmu, seperti penataan jurusan psikologi yang selama ini bergabung dengan rumpun kesehatan.

Anita, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Nusa Cendana Kupang, menambahkan bahwa pertemuan ini bertujuan membentuk pola sinergi konkret antar-PTN, termasuk dalam menghadapi tantangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang berpotensi disalahgunakan dalam seleksi.

Rekomendasi untuk Kementerian

Hasil rumusan dari pertemuan di Makassar ini akan diserahkan sebagai rekomendasi resmi kepada Ketua Majelis Forum Rektor untuk kemudian dilanjutkan ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek).

Forum berharap rekomendasi ini dapat memperkuat tata kelola mutu dan memastikan gerbang masuk perguruan tinggi negeri tetap terjaga marwahnya. "Kami ingin memberikan rekomendasi termasuk best practice agar konsep seleksi nasional benar-benar menjaga integritas dan memitigasi kecurangan," pungkas Prof. Ruslin. (H-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |