Darurat Sampah Plastik, Solusi Ini Disebut Paling Realistis di RI

5 days ago 36

Petugas bank sampah memilah sampah plastik yang ditukarkan warga di Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (30/9/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Masalah sampah plastik di Indonesia kian mendesak dan butuh solusi dari hulu. Sistem guna ulang atau reuse disebut jadi kunci untuk menekan krisis yang terus membesar. Kenaikan harga juga menjadi momentum untuk mengurangi penggunaan plastik.

Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) bersama Asosiasi Guna Ulang Indonesia (AGUNI) mendorong penerapan sistem guna ulang lintas sektor, mulai dari makanan dan minuman hingga ritel. Model bisnis ini dinilai sudah terbukti bisa dijalankan di Indonesia.

Selain mengurangi sampah plastik, sistem guna ulang juga membuka peluang ekonomi baru. Skema ini dinilai mampu mendorong kolaborasi pelaku usaha dan mengubah pola konsumsi masyarakat menjadi lebih berkelanjutan.

Penguatan infrastruktur menjadi faktor kunci, mulai dari standardisasi wadah, sistem pengembalian, hingga dukungan regulasi. Tanpa itu, penerapan guna ulang sulit berkembang secara masif.

“Guna ulang sangat realistis untuk diterapkan di Indonesia. Kita familiar dengan penggunaan rantang ataupun tumbler. Sayangnya, untuk skala produk yang dipakai secara luas, baru galon air minum dan tabung gas untuk masak yang menerapkan guna ulang. Sebenarnya banyak produk yang bisa menerapkan sistem guna ulang ini,” kata Founding Member AGUNI, Zulfikar, akhir pekan lalu.

Zulfikar menyebut standar global guna ulang, termasuk pencucian dan kemasan, saat ini sedang disusun. Berbagai organisasi juga mulai terbentuk untuk mempercepat implementasi di tingkat industri.

“Kami menunggu produsen mana yang berani lebih dulu memimpin perubahan pola produksi dan konsumsi yang menerapkan ekonomi sirkular sesungguhnya,” katanya.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |