Daun Ubi Jalar hingga Peer Educator untuk Tekan Masalah Anemi pada Remaja Putri

2 hours ago 5
Daun Ubi Jalar hingga Peer Educator untuk Tekan Masalah Anemi pada Remaja Putri Ilustrasi(Dok Istimewa)

REMAJA merupakan kelompok usia strategis yang menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan, namun rentan mengalami berbagai masalah kesehatan apabila tidak didampingi dengan pelayanan yang komprehensif, salah satunya anemia gizi. 

Kerentanan anemia tersebut juga tercermin dari data Dinas Kesehatan Kota Cirebon dan hasil skrining kesehatan remaja di sekolah, prevalensi anemia pada remaja putri di Kota Cirebon mencapai 36,6%. 

Wilayah kerja Puskesmas Kalijaga Kota Cirebon memiliki populasi remaja yang besar namun pelayanan kesehatan remaja masih didominasi pendekatan kuratif, sementara pendekatan promotif-preventif yang holistik dan inovatif belum berjalan optimal. 

Berdasarkan kondisi tersebut, dilaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Bina Wilayah dengan tema Inovasi Asuhan Holistik Remaja Menuju Generasi Tangguh di Puskesmas Kalijaga Kota Cirebon Tahun 2026.

Ketua Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Cirebon, Dr Yeni Fitrianingsih, mengatakan target kegiatan adalah remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Kalijaga Kota Cirebon, dengan sasaran pelaksanaan di SMAN 9 Kota Cirebon, siswi yg diberi minuman fungsional sebanyak 30 orang, dan 30 siswi lagi diberi tablet tambah darah sehingga totalnya ada 60 remaja putri, agar memiliki pengetahuan dan perilaku pencegahan anemia gizi yang lebih baik serta terbentuknya kelompok sebaya (peer educator) yang aktif.

"Rekomendasi dan hasil kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan di PKM Kalijaga meliputi timeframe pelaksanaan, kegiatan edukasi/intervensi disepakati untuk diselesaikan setelah siswa masuk sekolah yaitu disepakati tanggal 22 Juli 2026," kata Yeni, Rabu (29/7).

Pihak Puskesmas bersedia bertindak sebagai fasilitator dan koordinator penghubung antara tim pengabmas dengan pihak eksternal seperti guru pembina UKS SMAN 9 Kota Cirebon.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, tahapan kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi koordinasi dengan pihak sekolah/puskesmas, penyusunan media edukasi (leaflet, poster, media digital), serta penyiapan alat skrining hemoglobin (Hb meter, lancet, alkohol swab).

Edukasi gizi kepada remaja terkait gizi dan anemia, dilaksanakan melalui sesi kelas interaktif dan diskusi kelompok

"Pemberian minuman fungsional daun ubi jalar kepada 30 orang remaja puti selama 15 hari pemberian, setiap pemberian 110 cc. Skrining kesehatan berupa pemeriksaan kadar hemoglobin sederhana untuk mengetahui status anemia pada remaja putri," ujar Yeni.

Kemudian koordinasi distribusi dan edukasi konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin bersama pihak Puskesmas/sekolah. Serta pembentukan dan pelatihan kelompok sebaya (peer educator) dari perwakilan remaja untuk mengampanyekan pencegahan anemia.

Rencana tahapan selanjutnya melanjutkan pendampingan kelompok sebaya agar dapat berperan aktif mengampanyekan pencegahan anemia secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Melakukan monitoring dan evaluasi kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) serta evaluasi hasil skrining hemoglobin secara berkala. Melakukan evaluasi akhir berupa penilaian perilaku (kuesioner/wawancara terkait konsumsi makanan bergizi dan kepatuhan minum TTD) serta umpan balik peserta.

"Tidak hanya itu, kami juga akan melakukan diseminasi hasil kegiatan kepada Puskesmas Kalijaga dan pihak sekolah sebagai bentuk keberlanjutan program dan penguatan peran puskesmas dalam pembinaan kesehatan remaja di wilayah kerjanya," pungkasnya. (H-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |