Demam Saus Ranch Terjang Wisatawan Piala Dunia di Amerika Serikat, Tren Viral atau Strategi Pemasaran?

2 hours ago 6
Demam Saus Ranch Terjang Wisatawan Piala Dunia di Amerika Serikat, Tren Viral atau Strategi Pemasaran? ilustrasi(Magnific)

SAUS ranch, saus kental beraroma rempah khas Amerika Serikat, mendadak menjadi pusat perbincangan para wisatawan mancanegara yang menghadiri gelaran Piala Dunia di AS. Sejumlah pengunjung dilaporkan membawa pulang berbotol-botol saus ini ke negara asal mereka.

Kev Footitt, seorang pengunjung asal Inggris, membagikan pengalamannya saat mencoba ranch dressing di Dallas, Texas.

"Saya mencobanya, dan rasanya sangat luar biasa," kata Footitt.

Ia bahkan membeli tas jinjing khusus dan mengeluarkan biaya hampir US$300 (sekitar £227) demi membawa pulang 20 botol saus tersebut.

"Saya akan menyantapnya bersama hidangan roast dinner serta fish and chips selama dua bulan ke depan."

Fenomena ini kian mencuat setelah turis asal Swedia, Elsa Thora, mengunggah pernyataan di platform X pada 8 Juni lalu "Mengapa tidak ada yang memberi tahu saya bahwa saus ranch sangat adiktif? Eropa, kita membutuhkan ranch secepatnya."

Unggahan tersebut viral hingga memicu Badan Keselamatan Transportasi AS (TSA) mengeluarkan imbauan agar penumpang menyimpan botol saus di bagasi terdaftar, bukan di dalam koper jinjing.

Sejarah dan Karakteristik Saus Ranch

Meski populer di AS, bahan dasar saus ranch seperti mayones, buttermilk, krim asam, lemon, adas sowa, peterseli, dan bawang putih sebenarnya berasal dari dunia lama (Eropa dan Asia). Sejarawan kuliner KC Hysmith menjelaskan saus ini dikembangkan pertama kali pada awal 1950-an oleh Steve Henson di Alaska, sebelum akhirnya dipopulerkan melalui penginapan Hidden Valley Ranch di California.

"Saus ini menjadi populer karena memiliki asosiasi dengan para pria, koboi, dan peternakan (ranch)," kata Hysmith.

Keunikan saus ranch terletak pada fleksibilitasnya. Saus ini digunakan sebagai pelengkap salad, saus cocolan untuk kripik dan sayuran, hingga bahan pelengkap piza serta kaserol.

Pakar tren kuliner dari Culinary Tides, Inc., Suzy Badaracco, menilai pengalaman menikmati saus ranch secara langsung di restoran AS memberikan impresi berbeda bagi wisatawan.

"Para pengunjung mengalami saus ranch sebagaimana warga Amerika mengonsumsinya secara langsung, dan itu membuat perbedaan," ujar Badaracco.

"Fenomena ini juga mudah disebarkan sebagai gagasan. Anda bisa membeli satu botol, membawanya pulang, memperlihatkannya kepada teman, atau merekreasi pengalaman tersebut setelah perjalanan."

Antara Realitas dan Tren Media Sosial

Meski viral di media sosial, tidak semua wisatawan terkesan. Beberapa suporter asal Inggris mengaku tidak berniat membawa saus tersebut pulang. Dave Chambers, seorang warga London, memberikan kesannya usai mencicipi saus ranch:

"Rasanya seperti campuran mayones dan mustard yang membingungkan dengan sedikit keju yang agak asam."

Di sisi lain, lonjakan popularitas ini diiringi strategi pemasaran sejumlah produsen makanan yang meluncurkan produk ranch di pasar Inggris. Walau muncul spekulasi terkait rekayasa tren di media sosial, data penjualan menunjukkan peningkatan nyata.

Direktur Taste Elevation di Kraft Heinz, Aditi Hilgers, mengungkapkan adanya peningkatan permintaan saus ranch di Inggris.

"Kami justru sedang meningkatkan produksi untuk mengimbangi permintaan, yang merupakan pertanda baik bagi perkembangan produk ini," tutur Hilgers. (BBC/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |